Suara.com - Kejutan datang dari dua tunggal putra Indonesia pada ajang Makau Open Grand Prix Gold 2016. Muhammad Bayu Pangisthu dan Firman Abdul Kholik tampil luar biasa pada pertandingan babak kedua, Rabu (30/11/2016).
Bayu menumbangkan pemain India, Sameer Verma, yang memiliki peringkat jauh diatasnya, dengan dua game langsung, 21-18, 21-13.
Di atas kertas, Verma yang memiliki peringkat 43 dunia, jauh lebih diunggulkan dari Bayu yang kini duduk di peringkat 126 dunia.
"Saya sudah siap capek. Verma pemain yang ulet dan susah untuk dimatikan. Saya berusaha unggul terutama di bola-bola depan net, sampai dia enggak berani ngadu di net karena sudah saya duluin terus, lama-lama saya jadi bisa menebak bola-bolanya," ujar Bayu.
"Selain itu saya juga bermain lebih sabar. Kalau ada kesempatan bola belakang, saya enggak buru-buru mematikan bola. Kalau biasanya kan saya selalu buru-buru, pokoknya kali ini saya bikin lawan enggak enak menerima bola pengembalian saya," tambah Bayu.
Di babak 16 besar, Bayu akan berhadapan dengan Daren Liew (Malaysia). Pertemuan ini jadi yang pertama bagi kedua pemain.
"Untuk pertandingan selanjutnya, saya mau coba main all out saja. Saya akan menerapkan strategi yang disarankan pelatih," ujar Bayu yang di babak pertama menang WO atas wakil Malaysia lainnya, Zulfadli Zulkifli.
Sementara itu, Firman berhasil menaklukkan Hu Yun, unggulan keempat asal Hong Kong. Firman juga menang straight game dengan skor 21-17, 21-7.
Firman yang berperingkat 91 dunia, di babak 16 Besar akan menghadapi tunggal putra asal Cina peringkat 26 dunia, Huang Yuxiang, yang menang di babak kedua atas Toby Penty (Inggris).
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Rasa Haru Selimuti Rumah Duka Haerul Saleh, Peti Jenazah Diantar Para Pimpinan BPK
-
Lantai 4 Rumah Anggota BPK Haerul Saleh Hangus 80 Persen
-
Kesaksian ART Selamat dalam Kebakaran yang Menewaskan Anggota BPK
-
Curhat ASN soal WFH Setiap Jumat: Bisa Hemat Rp 400 Ribu Sebulan tapi Banyak Distraksi
-
Waspadai Hantavirus, DPR Desak Pemerintah Perketat Bandara dan Pelabuhan
-
Tantangan Iklim Makin Kompleks, Pendekatan Interdisipliner Dinilai Jadi Kunci
-
Kisah Penjaga Perlintasan di Jogja: Lari Kibarkan Bendera Merah Hentikan Kereta saat Ada Mobil Mogok
-
Tewas Dalam Kebakaran, Jenazah Anggota BPK Haerul Saleh Dimakamkan di Kolaka
-
Mampu Serap Banyak Karbon, Lahan Gambut Jadi Fokus Penelitian Global Untuk Perkuat Kebijakan
-
Dikenal Baik dan Suka Menolong, Menteri Koperasi Ngaku Sering Tukar Pikiran dengan Haerul Saleh