Suara.com - Di hari ketiga berlangsungnya Kejuaraan Dunia Pencak Silat, persaingan para pendekar semakin memanas. Mereka yang memetik kemenangan sejak hari pertama, tampil ngotot di babak perempat final yang berlangsung Selasa (6/12/2016).
Tidak terkecuali bagi tim Indonesia. Sebagai tuan rumah dan juara umum di kejuaraan dunia sebelumnya, para pesilat Indonesia tampil ngotot.
Hasilnya pun cukup memuaskan. 10 pesilat berhasil melaju ke babak semifinal dan tiga lainnya sudah mengantongi tiket final.
Sebenarnya Indonesia berpeluang mengunci 11 tiket semifinal di hari ketiga. Namun, salah satu atlet gagal memetik kemenangan. Pipiet Kemelia
yang turun di kelas E putri, gagal menundukkan pesilat Vietnam, Nguyen Thi Yen.
Menurut pelatih kepala tim Indonesia, Rony Syaifullah, kekalahan Pipiet bukan karena kurang menguasai teknik ataupun pengalaman. Akan tetapi karena strategi yang tidak berjalan lancar.
"Karena taktik dan strategi yang tidak berjalan sesuai rencana," ujar Rony.
"Menghadapi pesilat Vietnam yang teknik dan strateginya sejajar dengan kita, kalau strateginya berjalan tidak bagus kita akan kecewa. Itu yang terjadi," tegasnya.
Dengan 13 pesilat yang sudah memastikan tiket final dan semifinal, peluang Indonesia untuk mempertahankan gelar juara umum masih terbuka lebar.
Berita Terkait
-
Janji Manis Erick Thohir Usai Pencak Silat Sumbang 4 Emas SEA Games 2025
-
Hasil SEA Games 2025: Pencak Silat Tambah Dua Medali Emas di Hari Terakhir
-
Ricuh SEA Games 2025: Atlet Pencak Silat Malaysia Kejar dan Serang Wasit
-
Tapak Suci SMK Skill Village Islamic School Sabet Prestasi di Banten Pencak Silat Competition 2025
-
PON Bela Diri Kudus 2025 Rampung, DKI Jakarta Kunci Juara Umum
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam
-
Kritik Tajam ke Prabowo Soal IKN: Politisi PDIP Minta Stop Pembangunan Baru, Fokus Ini!
-
Mahfud MD Sebut Jaksa Tidak Fair dalam Kasus Nadiem Makarim, Ini Alasannya