Tiap 13 Desember diperingati sebagai hari Nusantara, Relawan Anies Baswedan-Sandiaga Uno mendorong Jakarta dapat menemukan kembali kejayaannya sebagai Kota Bandar yang dikenal dunia, layaknya sebagai Ibu Kota maritim kawasan Asia Tenggara pada masa lalu.
Hal tersebut disampaikan Koordinator Relawan Anies-Sandi, M. Chozin Amirullah, di Posko Pendopo Relawan, Jalan Panglima Polim IX, Jakarta Selatan, Selasa (13/12/2016).
"Peringatan Hari Nusantara tiap 13 Desember merupakan penegasan bahwa Indonesia sebagai negara maritim yang tersohor dimasa lalu," kata Chozin.
Indonesia, kata Chozin, merupakan negara kepulauan, terbesar di dunia. Hanya saja potensi yang begitu besar belum banyak dioptimalkan.
"Baik dari sisi sumber daya alam di laut, maupun dari layak geografis Indonesia yang strategis," ujar Chozin.
Karena letaknya yang strategis, Chozin berharap dapat kembali dikembangkan.
"Terutama Jakarta yang dulunya merupakan Kota bandar yang dikenal dunia sebagai ibukota maritim Asia Tenggara pada masa lalu, harus dibangkitkan kembali. Dan ini tentu sesuai dengan pemerintah pusat yang menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia," kata Chozin.
Selain peneguhan Indonesia sebagai negara maritim dan kepulauan, hari Nusantara juga diharapkan dapat memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.
"Hal pokok dalam pengembangan kota bandar tersebut adalah agar strategi pembangunan yang dipilih lebih menekankan pada pembangunan yang berbasis komunitas. Sehingga pembangunan kota bandar bersifat memperkuat warga dan bukan malah menyingkirkannya," kata Chozin.
Berita Terkait
-
Dedi Mulyadi Akui Marketnya Makin Luas Gara-Gara Sering Ngonten, Mau Nyapres?
-
Jatuh Bangun Nasib Ridwan Kamil: Gagal di Jakarta, Kini Terseret Isu Korupsi dan Perselingkuhan
-
Tim RIDO Laporkan KPU ke DKPP dan Minta Pemungutan Suara Ulang, Anies: No Comment!
-
Pilkada DKI: El Rumi Pilih Dharma-Kun, Soroti Masalah Kabel Listrik
-
Cak Lontong 'Ronda' Amankan Suara Pramono-Rano di Masa Tenang Pilkada
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
-
Selamat Jalan Eyang Meri, Pendamping Setia Sang Jenderal Jujur Kini Beristirahat dengan Damai
Terkini
-
Pramono Anung Akui Operasional RDF Rorotan Masih Penuh Tantangan: Kami Tangani Secara Serius
-
Paulus Tannos Kembali Ajukan Praperadilan dalam Kasus e-KTP, KPK: Tidak Hambat Proses Ekstradisi
-
Epstein Files Meledak Lagi: Deretan Nama Besar Dunia Terseret, dari Trump sampai Bos Teknologi
-
Pemerintah Nilai Tak Ada Resistensi RI Gabung BoP, Sebut Cuma Beda Pendapat
-
MGBKI Dukung Putusan MK soal Kolegium Dokter Spesialis, Tegaskan Independen dan Berlaku Langsung
-
Perluasan Digitalisasi Bansos di 41 Daerah, Gus Ipul: Transformasi Bangsa Mulai Dari Data
-
Menko Yusril: Pemerintah Siapkan Kerangka Aturan Cegah Risiko TPPU di Sistem Pembayaran Cashless
-
Kewenangan Polri Terlalu Luas? Guru Besar UGM Desak Restrukturisasi Besar-Besaran
-
Keppres Adies Kadir jadi Hakim MK Sudah Diteken, Pelantikan Masih Tunggu Waktu
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg