Suara.com - Densus 88 Antiteror Mabes Polri dan Polres Kota Surakarta menggeledah rumah terduga teroris di Banyuanyar, Banjarsari, Solo, Jumat (16/12/2016).
Yang pertama digeledah polisi adalah rumah milik seseorang berinisial IS (33) di Kampung Dukuh RT 3, RW 6, Perumahan Syariah Banyuanyar. Setelah itu, rumah St (26), juga di Banyuanyar.
Sebelum menggeledah rumah IS, polisi menyisir dan mensterilkan lokasi agar masyarakat tidak bisa mendekati rumah yang akan digeledah. Dari sini, polisi menyita sebuah compact disc, dua buah penutup muka, fotokopi surat nikah, dan beberapa buku.
Polisi lalu membawa sejumlah barang dari rumah terduga teroris dan kemudian pergi meninggalkan lokasi.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Surakarta Kompol Agus Puryadi mengaku polisi setempat hanya membantu Densus 88 dalam menggeledah rumah terduga teroris.
"Kedua terduga teroris itu, ditangkap Densus 88 di Solo, pada Rabu (14/12) petang. Keduanya ditangkap karena melakukan teror pelemparan bom molotov di sebuah Alfamart Darung Seregan Solo dan Candi Resto Solo Baru Sukoharjo, beberapa waktu lalu," kata Agus dikutip dari Antara.
Menurut dia IS melemparkan bom molotov ke Alfamart Serengan, Solo, sedangkan ST melempar ke Candi Resto Sukoharjo.
"Keduanya, kasusnya masih didalami Densus 88 Anti Teror Mabes Polri," kata Agus.
Dalam beberapa bulan terakhir, Densus 88 menangkap sejumlah terduga teroris di berbagai.
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT