News / Internasional
Senin, 10 Agustus 2026 | 08:43 WIB
Topan Dolphin (darilaut)
Baca 10 detik
  • Topan Dolphin menerjang pesisir timur China dan menyebabkan pembatalan 1.300 penerbangan di Shanghai.

  • Lebih dari 300.000 warga China dievakuasi akibat ancaman banjir bandang dan tanah longsor.

  • Hujan intensif akibat Badai Dolphin memicu tanah longsor yang menimbun pemukiman di Filipina.

Suara.com - Topan Dolphin melumpuhkan transportasi udara di pusat ekonomi China setelah menerjang wilayah pesisir timur negara tersebut pada Minggu malam.

Dampak badai kuat ini memaksa pemindahan darurat lebih dari 300.000 penduduk serta pembatalan massal jadwal penerbangan di Shanghai.

Dikutip dari AP, 2 bandara utama Shanghai, yakni Hongqiao dan Pudong, secara resmi membatalkan sekitar 60 persen dari seluruh rencana penerbangan harian.

Ancaman badai besar ini juga memicu pembatalan sejumlah rute penerbangan dari beberapa maskapai Taiwan menuju daratan China.

Topan Dolphin pertama kali mendarat di Kota Taizhou, Provinsi Zhejiang, serta menyapu kawasan utara Provinsi Fujian dengan kecepatan angin mencapai 151 kilometer per jam.

Gelombang tinggi dan hembusan angin kencang langsung menghempas garis pantai Taizhou sesaat setelah badai mendarat.

Pemerintah setempat langsung mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir bandang dan tanah longsor di seluruh wilayah Zhejiang.

Badan meteorologi setempat memprediksi curah hujan ekstrem antara 200 hingga 400 milimeter akan mengguyur wilayah terdampak selama beberapa hari ke depan.

Sebelum menerjang daratan China, bagian luar badai ini telah menyiram kawasan utara Taiwan, termasuk wilayah ibu kota Taipei.

Baca Juga: Purbaya Ungkap Alasan Utang ke China lewat Panda Bond, Lebih Murah dari Amerika

Dampak buruk Badai Dolphin bahkan meluas hingga ke wilayah Asia Tenggara melalui peningkatan intensitas hujan monsun.

Bencana tanah longsor melanda kawasan peristirahatan Baguio di Filipina utara dan menimbun tiga unit rumah warga.

Tim penyelamat Filipina berhasil mengevakuasi lima korban selamat, sementara tujuh orang lainnya dilaporkan masih hilang di lokasi kejadian.

Kawasan pesisir timur Asia kerap menjadi jalur lintasan utama badai tropis dan topan saban tahunnya pada musim badai.

Peningkatan intensitas hujan monsun yang dipicu oleh pergerakan topan sering kali membawa bencana sekunder berupa tanah longsor dan banjir bandang di negara-negara tetangga.

Load More