Suara.com - Terminal Induk Kota Bekasi, Jawa Barat, mencatat lonjakan penumpang sebesar 10 persen dari situasi normal memasuki libur Natal dan Tahun Baru 2017.
"Situasi normal berkisar sekitar 4 ribu penumpang, saat ini melonjak sekitar 10 persennya," kata Kepala Terminal Induk Kota Bekasi Fathikun di Bekasi, Jumat (23/12/2016).
Menurut Fathikun, lonjakan penumpang itu mayoritas mengarah pada perjalanan menuju Jawa Barat, seperti Garut, Tasikmalaya, Pangandaran, dan Ciamis.
Sedangkan tujuan jarak jauh seperti Sumatera dan Jawa Tengah masih relatif normal.
Dia memprediksi, jumlah itu akan kembali melonjak, pada Sabtu (24/12/2016), yang diperkirakan menjadi puncak arus mudik libur Natal dan Tahun Baru di wilayah itu.
Untuk itu, pihaknya berinisiatif melakukan penambahan bus cadangan dari PO Mayasari Bhakti untuk mengantisipasi penumpang yang terlantar.
"Kami melihat penumpang yang mengarah ke Tasikmalaya dan Garut cukup banyak, sehingga perlu disiapkan bus cadangan," katanya.
Pihak Mayasari Bhakti, kata dia, telah mempersiapkan sekitar 450 armada untuk keperluan cadangan bilamana dibutuhkan.
"Kami tidak ingin ada masyarakat yang mengalami kendala untuk berlibur, jadi perlu dipersiapkan bus cadangan," katanya.
Baca Juga: Terkait Pajak Google, Wapres: Harus Bayar
Fathikun mengimbau calon penumpang untuk menghindari pembelian tiket melalui calo karena hanya akan merugikan penumpang dan juga perusahaan angkutan.
"Saya juga mengimbau kepada para calon penumpang agar menghindari transaksi pembelian tiket dari calo guna menghindari tindak penipuan," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Kritik Pelibatan TNI dalam Pembekalan LPDP, TB Hasanuddin: Perlu Dikaji, Tak Sesuai Tupoksi!
-
BPJS Kesehatan dan BPKP Perkuat Tata Kelola Jaga Keberlanjutan JKN
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto
-
Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes
-
Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi
-
Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?
-
KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan
-
AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?