Suara.com - Wakil Ketua Komisi IX DPR dari Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay meminta pemerintah mewaspadai masuknya warga negara asing (WNA) ilegal yang berprofesi sebagai pekerja seks (PSK). Menurut dia, Indonesia mudah dimasuki WNA ilegal.
Dia mengapresiasi Direktorat Jendral Imigrasi atas keberhasilan menangkap 76 perempuan asing yang berpofesi sebagai Pekerja Seks di Indonesia, Sabtu (31/12/2016). Mereka tercatat sebagai warga negara Cina.
"Selain melanggar dokumen keimigrasian, PSK yang ditangkap itu juga melakukan tindakan asusila" kata Saleh di Jakarta, Senin (2/1/2017).
Dia menyarankan ke pemerintah agar menindak secara tegas WNA ilegal itu. Mereka harus dideporasi dan didili.
"Beberapa waktu yang lalu ada juga yang ditangkap di Batam. Ini membuktikan bahwa masuk ke Indonesia dinilai lebih mudah. Untuk bekerja sebagai PSK saja kelihatannya mudah, bagaimana dengan mereka yang bekerja di sektor informal lainnya?" kata Saleh
Sebelumnya, Direktorat Jenderal Imigrasi menangkap 76 WNA perempuan di tempat hiburan malam. Mereka bekerja sebagai terapis pijat. Mereka melanggar UU No. 6 Tahhn 2011 tentang keimigrasian. Mereka tidak bisa menunjukkan paspor yang diminta petugas, penyalahgunaan izin tinggal.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!