Suara.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Kamis sore mulai diperiksa kepolisian Israel, untuk kedua kalinya dalam pekan ini, di tengah berlangsungnya penyelidikan kejahatan korupsi, menurut laporan media setempat.
Juru bicara kepolisian menolak memberikan komentar soal penyelidikan tersebut.
Pemeriksaan terhadap Netanyahu berlangsung di kediaman resmi perdana menteri di Jerusalem.
Tim penyelidik pada Senin juga memeriksa Netanyahu untuk pertama kalinya, selama lebih dari tiga jam, di tempat yang sama.
Tak lama setelah pemeriksaan pada Senin malam, Jaksa Agung Avichai Mandelblit mengeluarkan pernyataan, yang untuk pertama kalinya menyatakan bahwa sang perdana menteri sedang diperiksa sebagai tersangka dalam dua kemungkinan kasus korupsi.
Pernyataan tersebut dikeluarkan setelah media selama beberapa bulan menerbitkan laporan, yang saat itu belum dilengkapi dengan keterangan resmi.
Menurut pernyataan, kasus dugaan korupsi tersebut melibatkan para pelaku bisnis Israel dan asing.
Netanyahu meremehkan penyelidikan tersebut.
"(Mereka) tidak akan (menemukan) apa-apa, karena tidak ada apa-apa," cetusnya. (Antara/Xinhua)
Berita Terkait
-
Panas! Babak Baru Perselisihan Donald Trump vs Benjamin Netanyahu
-
Menteri Keamanan Israel Jadi Tersangka Penyiksaan Aktivis Global Flotilla Sumud
-
Pecah Kongsi? Donald Trump Ultimatum Benjamin Netanyahu: Bibi, Kamu Harus Hati-hati
-
AS Balik Kanan? Iran Serang Israel, Trump Desak Benjamin Netanyahu Legowo
-
Netanyahu Abaikan Trump! Zionis Israel Bunuh 9 Warga Lebanon Termasuk Tenaga Medis
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!