Suara.com - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengunjungi warga korban gusuran Pemerintah Propinsi DKI Jakarta di kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara pada Sabtu (7/1/2017). Saat tiba di lokasi yang hanya dipenuhi dengan puing-puing tembok rumah, Prabowo disambut dengan antusias oleh warga.
Sebagain yang dekat dengan tempat yang dilalui oleh Mantan Danjen Kopassus tersebut merasa beruntung karena bisa bersalaman dengannya. Namun, karena begitu banyak warga yang hadir, maka yang lain pun hanya bisa berteriak dari jauh.
Adapun teriakan yang sering mereka lontarkan adalah untuk memberikan dukungan kepada Prabowo.
"Prabowo, Presiden 2019. Ganti Jokowi ganti Ahok," teriak salah seorang warga Kampung Akuarium yang juga disambut oleh warga lainnya.
Prabowo yang terus dikerumuni oleh warga tidak merespon teriakan tersebut. Dia hanya bisa menyalami warga yang datang untuk menyalaminya. Prabowo terus jalan di atas puing-puing penggusuran.
Setelah Lawan berat Presiden Joko Widodo dalam pemilihan presiden Tahun 2014 lalu tersebut pamit pulang, teriakan warga kembali berlanjut. Saat itu, hanya Pasangan Anies-Sandi yang berada di lokasi.
Mereka berteriak agar keduanya dapat mengalahkan pasangan Ahok-Djarot dan Agus-Sylvi dalam pemilihan tanggal 15 Februari nanti. Mereka juga meminta, agar tolak reklamasi yang menjadi program atasi banjir dan kepadatan oleh Ahok.
"Om tolak reklamasi Om, Om gusur Ahok Om," teriak warga sambil menirukan teriakan Om telolet Om khas anak-anak yang sempat viral dan mendunia pada beberapa waktu lalu.
Meski begitu, Anies-Sandi tidak terlalu menghiraukannnya karena lebih memilih untuk berdialog dengan warga yang lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok