Suara.com - Koordinator Warga Kampung Aquarium, Penjaringan, Jakarta Utara, Darmadiani meminta Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto membantu mengembalikan kampungnya yang sudah digusur oleh Pemerintah Propinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Prabowo mengunjungi warga kampung Aquarium, Sabtu (7/1/2017) siang.
"Tolong kami Pak, kembalikan kampung kami Pak," katanya sambil memeluk dan menangis Prabowo.
Kata Darmadiani, selama pemerintahan Ahok, warga di Kampung Aquarium diperlakukan tidak manusiawi. Sudah sembilan bulan digusur, terhitung sejak April 2016. Belum ada langkah selanjutnya dari aksi penggusuran tersebut.
"Selama ini kami diperlakukan seperti bukan manusia Pak," kata Darmadiani.
Mendengar apa yang disampaikan oleh ibu tersebut, Mantan Danjen Kopassus tersebut pun mengaku turut prihatin. Dirinya akan terus mencoba membantu keluarga yang saat ini harus tinggal di dalam tenda-tenda yang disumbangkan oleh Laskar Merah Putih dari Partai Gerindra.
"Saya turut prihatin, semoga bisa menemukan jalan keluar yang terbaik. Kita terus berusaha sedikit demi sedikit membantu," kata Prabowo.
Bersama calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies-Sandi, dan juga Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M Taufik, Prabowo datang untuk pertama kalinya usai digusur April 2016 tahun lalu. Dia menelusuri lokasi penggusuran dan masuk ke dalam tenda-tenda yang sudah terpasang sejak penggusuran terjadi.
Baca Juga: Tak Jadi ke Masjid, Prabowo Tengok Korban Penggusuran Ahok
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok