Suara.com - Pewarta Foto Indonesia akan melaporkan pemilik akun Facebook bernama Eko Prasetia ke Polda Metro Jaya, Rabu (11/1/2017) siang. Ini merupakan buntut tindakan Eko mengunggah informasi hoax dan melecehkan profesi pewarta foto pada 3 Januari 2017 pukul 13.56 WIB.
"Siang ini, jadi mau lapor. Nanti ada pengurus dan beberapa teman yang ada di foto itu," kata Ketua PFI Pusat Lucky Pransiska kepada Suara.com.
Lucky mengatakan PFI sudah menyiapkan sejumlah barang bukti, di antaranya foto dan caption di Facebook Eko.
Mengenai pasal yang akan dipakai untuk melaporkan Eko, kata Lucki, masih didiskusikan. Yang jelas, kata dia, tidak akan menggunakan UU ITE.
"Nggak pakai UU ITE. Nanti dari tim advokat yang akan menyampaikan pasal mana yang dipakai," kata Lucki.
Foto yang diunggah Eko memperlihatkan sejumlah jurnalis foto sedang duduk-duduk di luar gedung Kementerian Pertanian, Jalan R. M. Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan. Eko kemudian menulis caption: "Tim cyber/buzzer penista agama yang malu dan takut ketahuan tampangnya untuk dipublikasikan, turut hadir dipersidangan hari ini. Sudah seperti PSK asal Cina kelakuan mereka, pakai tutupin muka segala."
Informasi yang ditulis Eko kemudian mengundang berbagai opini. Pewarta Foto Indonesia kemudian bereaksi keras karena informasi sama sekali tidak benar. Para jurnalis foto duduk-duduk di luar gedung Auditorium Kementerian Pertanian ketika itu sedang menunggu sidang perkara dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja purnama (Ahok).
Pewarta Foto Indonesia kemudian mengeluarkan surat terbuka kepada Eko.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT