Suara.com - Sepekan lebih, penyebab kematian mahasiswi Universitas Esa Unggul, Tri Ari Yani Puspo Arum (22), belum terungkap. Anggota Kepolisian Sektor Kebon Jeruk, Jakarta Barat, masih mengumpulkan bukti dan keterangan saksi.
"Masih kami terus dalami keterangan saksi, kami tambah ada tujuh saksi baru," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polisi Resor Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Polisi Andi Adnan kepada Suara.com, Selasa (17/1/2017).
Dengan demikian total saksi yang sudah dimintai keterangan penyidik mencapai 17 orang.
"Kami terus bekerja untuk bisa ungkap kasus ini," ujar Andi.
Andi mengatakan polisi tidak bisa buru-buru menyimpulkan penyebab kematian mahasiswa jurusan teknik industri angkatan 2016 itu.
"Ini yang terus kami selidiki. Belum dapat kami sampaikan motifnya apa. Memang ada beberapa barang korban yang hilang, maka dari itu kita masih melakukan penyelidikan," ujar Andi.
Puspo Arum ditemukan meninggal dunia secara tak wajar di kamar mandi rumah kos pada Senin (9/1/2017) sekitar pukul 09.00 WIB. Ketika ditemukan, tubuhnya bersimbah darah. Ada luka tusuk di leher, dan luka sayatan di tangan. Luka sayatan di tangah dicurigai sebagai bentuk upaya perlawanan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar