Suara.com - Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Rakyat yang baru saja dideklarasikan diprediksi akan bertransformasi menjadi partai politik. Langkah tersebut diprediksi akan berjalan seperti terbentuknya Partai NasDem.
"Kalau saya lihat Ormas Gerakan Rakyat ini merupakan cikal bakal akan terbentuknya partai politik, hal ini hampir mirip yang dilakukan oleh Partai Nasdem ketika awal pendiriannya, dimana Nasdem pertama kali membentuk Ormas Nasdem lalu ketika memasuki pemilu 2014 berubah menjadi partai politik," kata Analis Politik yang juga Direktur Eksekutif Ethical Politic, Hasyibulloh Mulyawan, kepada Suara.com, Senin (3/3/2025).
Hal senada juga disampaikan oleh Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga. Ia menilai, ormas Gerakan Rakyat akan meniru langkah NasDem.
"Jadi, pembentukan ormas Gerakan Rakyat tampaknya meniru pembentukan Partai Nasdem. Awalnya Nasdem dideklrasikan sebagai ormas, kemudian diubah menjadi partai politik," kata Jamiluddin dihubungi terpisah.
Menurutnya, Anies Baswedan sebagai salah satu tokoh yang hadir saat Gerakan Rakyat dideklarasikan juga nampaknya menilai pola pendirian NasDem dianggap telah berhasil.
"Anies bisa jadi menilai pola itu berhasil mengantarkan Nasdem menjadi partai yang sukses. Ketepatan Anies memang salah satu pendiri ormas Nasdem, sehingga tahu persis proses pembentulannya dari ormas menjadi partai politik," katanya.
Jika sudah menjadi partai, Jamiluddin menilai Gerakan Rakyat akan mengantarkan Anies menjadi capres di Pilpres 2029.
"Target sesungguhnya Gerakan Rakyat tampaknya untuk mengusung Anies pada Pilpres 2029. Untuk itu, ormas Gerakan Rakyat dalam waktu yang tak terlalu lama akan mereka ubah menjadi partai politik," katanya.
"Gerakan Rakyat mereka ubah menjadi partai politik untuk memastikan Anies bisa maju pada Pilpres 2029. Dengan begitu, pengalaman pahit pada Pilkada Jakarta 2024 yang mana Anies gagal maju, tidak akan terulang lagi," Jamiluddin menambahkan.
Baca Juga: Sebut Banyak Pendukungnya di Pilpres Gabung Gerakan Rakyat, Anies: Saya Bersyukur
Sebelumnya, Organisasi kemasyarakatan (ormas) Gerakan Rakyat resmi berdiri setelah dideklarasikan di Gedung Jakarta Inisiatif, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Kamis (27/2/2025).
Eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diusung sebagai tokoh sentral dan panutan ormas ini.
Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, menyebut pihaknya belum berencana menjadikan Gerakan Rakyat sebagai partai politik. Saat ini, ia lebih memilih fokus pada pembentukan ormas.
"Belum. Kita baru menjadi organisasi kemasyarakatan. Kita fokus membangun organisasi kemasyarakatan ini dulu," ujar Sahrin usai deklarasi, Kamis (27/2/2025).
Ditanya apakah akan ada rencana untuk menjadikan Gerakan Rakyat sebagai partai, Sahrin jawab begini.
"Kita masih fokus di gerakan rakyat sebagai perkumpulan berbadan hukum. Kita masih konsolidasi gerakan rakyat sebagai organisasi kemasyarakatan," ungkapnya.
Berita Terkait
-
Ormas Gerakan Rakyat Dideklarasikan, Berpontensi Jadi Parpol Antarkan Anies Maju di Pilpres 2029
-
Sindiran Menohok Pandji Pragiwaksono saat Anies Deklarasi Ormas Baru: Tradisional Banget
-
Viral Anies Ikut Acara Deklarasi Ormas Gerakan Rakyat, Netizen: Warnanya PKS Banget
-
Gerakan Rakyat; Benteng Politik Anies Keluar dari Trauma Ditinggal Parpol?
-
Sebut Banyak Pendukungnya di Pilpres Gabung Gerakan Rakyat, Anies: Saya Bersyukur
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dittipideksus Bareskrim dan Kortastipidkor Sinkronkan Penyidikan Kasus PT TSL
-
Gus Ipul Apresiasi Jawa Timur, Provinsi Dengan Sekolah Rakyat Terbanyak
-
Kaesang Pangarep Hadiri Pelantikan Pengurus DPD PSI Mesuji, Targetkan Satu Kursi di Setiap Dapil
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat