Suara.com - Kebakaran di Pasar Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis (19/1/2017), meninggalkan duka mendalam bagi para pedagang.
Para pedagang pakaian rugi banyak. Dagangan hangus, kios hancur.
Namun, sebagian pedagang tak mau berlama-lama larut dalam kesedihan.
Sebagian dari mereka kembali bangkit. Mereka membuat lapak-lapak darurat dan menjual pakaian stok di tepi jalan raya sembari menunggu direlokasi ke tempat baru.
Sebagian pedagang pakaian jadi yang terlihat tetap semangat menceritakan pengalaman lucu mereka.
Mereka terpaksa memakai pampers saat berjualan lantaran di area sekitar tempat jualan darurat tidak tersedia toilet.
"Kami ini mbak, perjuangan sekali cari uang. Kami berjualan sampai pakai pempers loh, karena nggak ada toilet, semua toilet di sini kan terbakar. Kalau laki-laki enak tinggal pelorotin aja, lah kita perempuan kan ribet," kata Ria, salah satu pedagang, kepada Suara.com, Minggu (22/1/2017).
Sebelumnya, Ria berjualan di blok 2 B, lantai 3. Kini, dia menempati salah satu lapak di pinggir jalan raya, dekat flyover, bersama para pedagang yang lain.
Asuransi
Salah satu pedagang bernama Ferianti bercerita bahwa kios-kios pedagang tidak diasuransikan. Sejak awal, PT. Pembangunan Jaya tidak menawarkan asuransi kepada pedagang.
"Kalau gedungnya emang diasuransikan dapat Rp116 miliar. Nah kami ini kiosnya nggak diasuransikan. Pengelola juga dalam jual-beli kios tidak menawarkan asuransi. Ini yang bikin kami bingung, barang dagangan ludes, toko nggak punya gimana mau cari uang," katanya.
Ferianti pernah mengurus asuransi kios sendiri, namun dokumen-dokumennya ditolak perusahaan asuransi swasta lantaran kondisi gedung yang tidak memenuhi syarat dan rawan terjadi kebakaran.
"Saya pernah urus sendiri ke Prudential, tapi ditolak karena katanya rawan kebakaran. Saya urus secara pribadi, kalau dari pihak pengelola yang urus mungkin bisa. Kalau diurusin saya mau urus sebenarnya. Tapi nggak diurusin sekarang jadi ngegantung gimana nasib kios saya. Ada enam kios saya di lantai tiga," ujarnya.
Nasib korban kebakaran saat ini mirisnya. Ferianti mengatakan dia dan pedagang yang lain harus menunggu sekitar satu setengah bulan untuk relokasi kios.
Selama menunggu relokasi, pedagang mencari solusi sendiri untuk menyambung nafkah. Sebagian pedagang terpaksa jualan di tepi jalan.
Rencananya, Senin (23/1/2017), para pedagang akan berdialog dengan pengelola Pasar Senen terkait nasib mereka.
"Besok kami para pedagang akan minta ganti rugi. Kami juga meminta lapak jualan sementara entah diparkiran atau dimana sambil menunggu kios di tempat relokasi," katanya.
Tag
Terpopuler
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- 7 HP Paling Murah yang Bisa Kamu Beli saat Idulfitri 2026
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak
-
Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi
-
Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah
-
Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi
-
Strategi Prabowo Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: Dari Dapur MBG hingga Perumahan Rakyat
-
Pertahanan Israel Jebol? Rudal Iran Lolos, Potret Kota Dimona dan Arad Porak-poranda
-
Karakteristik Berbeda dengan Nataru, Malioboro Mulai Dipadati Ribuan Wisatawan Mudik
-
Prabowo Tegas ke AS: Investasi Boleh, Tapi Harus Ikut Aturan Indonesia
-
Prabowo Soal Tarif Resiprokal AS: Kepentingan Nasional Tak Bisa Ditawar-tawar
-
Presiden Prabowo Tegas! Jenderal Pun Bisa Disikat Jika Tak Sejalan Reformasi TNI-Polri