Suara.com - Ketua Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat menyatakan sampai siang ini belum bisa berkomunikasi dengan hakim konstitusi Patrialis Akbar yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi.
"Sejak kemarin sore memang tidak ada komunikasi dengan beliau. Kemarin Rabu itu ada 10 sidang yang digelar, selesai sidang tidak ada komunikasi. Sekitar menjelang Maghrib, para hakim pulang pun kami tidak berkomunikasi dengan beliau, sampai sore ini karena tidak bisa dihubungi," kata Arief dalam konferensi pers di gedung MK, Jakarta Pusat, Kamis (26/1/2017).
Arief sampai menghubungi ajudan Patrialis, namun ajudan juga mengaku belum bisa komunikasi dengan Patrialis.
"Jadi kami belum bisa mengonfirmasi berita yang tersebar luas itu tentang kebenarannya. Karena beliau belum bisa dihubungi," katanya.
Kini, Arief menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus Patrialis kepada KPK.
Arief mengaku sangat sedih dengan terjadinya peristiwa yang sama sekali tak terduga ini.
"Kami menyampaikan permohonan maaf sedalam-dalamnya kepada seluruh masyarakat Indonesia. MK menyesalkan peristiwa tersebut terjadi di tengah MK tengah berikhtiar sedang menjaga keluhuran. Semoga kedepan tidak ada kejadian ketiga kalinya," ujar Arief.
Perkara hukum yang menjerat hakim Patrialis diduga terkait suap dalam proses pengajuan uji materi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.
"Ya, memang ada kasus itu yang sedang ditangani (MK) dan itu memang sudah sampai tahap dalam putusan. Tapi belum dibacakan putusan itu. Ini sudah selesai finalisasi dan akan segera dibacakan putusannya," kata Arief.
Patrialis ditangkap KPK bersama sepuluh orang pada Rabu (25/1/2017).
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
Terkini
-
Haris Azhar Soroti Kejanggalan Penahanan Prajurit oleh Puspom TNI dalam Kasus Andrie Yunus
-
Gedung Putih Tak Pasang Target Akhiri Perang Iran, Minta Dana Tambahan Rp3.394 Triliun
-
Menaker Yassierli: Hubungan Industrial Harus Dibangun Dengan Kepedulian
-
Waketum MUI Cholil Nafis Imbau Umat Islam Hormati Nyepi, Takbir Tak Pakai Pengeras Berlebihan
-
Prabowo dan Megawati Bertemu 2 Jam di Istana Merdeka, Bahas Isu Strategis hingga Geopolitik
-
Dekat Vatikan, Gema Takbir Idul Fitri 2026 Dirayakan Umat Muslim bersama Warga Lokal
-
Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Ini Jadwal Lengkap Pemakamannya di Rembang
-
Komnas HAM akan Panggil Panglima TNI, Usut Keterlibatan Anggota BAIS di Kasus Air Keras Andrie Yunus
-
Lebaran di Neraka Dunia: Ketika Kue Idul Fitri Jadi Simbol Perlawanan Hidup di Gaza
-
Prabowo Ungkap Alasan Strategis Indonesia Gabung 'Board of Peace' Demi Kemerdekaan Palestina