Suara.com - Sebuah taman mini terkenal di Jerman bernama Miniatur Wunderlan, yang menampilkan miniatur berbagai belahan dunia, memasang dinding mengelilingi kota Las Vegas, Amerika Serikat, sebagai tentangan terhadap rencana Presiden Donald Trump membangun dinding di perbatasan dengan Meksiko.
Tampilan di Miniatur Wonderland, yang menurut Trip Advisor adalah tujuan utama wisata di kota Hamburg dan sudah terkenal di kalangan wisatawan.
Pengunjung bisa mengintip di atas miniatur dinding beton, yang di atasnya ditutup dengan kawat untuk melihat tempat kecil, seperti, gunung Rushmore dan cakrawala Las Vegas.
Semboyan "Biarkan dunia menjadi hebat lagi" tertulis di dinding itu, merujuk pada slogan kampanye Trump, "Buat Amerika hebat lagi".
"Saya tidak ingin memberitahu siapa pun apa yang harus dipikirkan. Semua orang harus melihat dinding itu, dan kemudian memutuskan terlepas dari apakah mereka merupakan kelompok kiri, kanan, atau tengah," kata Gerrit Braun, salah satu pendiri Miniatur Wonderland.
"Yang penting adalah orang-orang berpikir tentang hal itu." Ryan Ott, seorang turis dari Amerika Serikat, berkata, "Saya pikir ini lelucon bagus dan dibutuhkan dunia, saya pikir, untuk membantu mengatasi yang terjadi di negara kami."
Sementara itu, pengacara pemerintah mengatakan kepada surat kabar Washington Post bahwa sudah lebih dari 100.000 visa dicabut sejak Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif menyangkut kebijakan imigrasi pekan lalu.
Berdasarkan atas perintah ditandatangani Trump itu, pengungsi dan warga dari tujuh negara Timur Tengah dan Afrika Utara untuk sementara dilarang masuk ke Amerika Serikat.
Namun, pada Jumat, Departemen Luar Negeri AS mengatakan jumlah visa yang dicabut berdasarkan perintah Trump itu tidak mencapai 60.000, kata laporan AP, seperti dilansir Antara.
Baca Juga: Inilah Deretan Istri dan Mantan Pacar Donald Trump
Pengacara itu mengungkapkan data tersebut dalam sidang penuntutan hukum yang diajukan oleh dua pria bersaudara warga Yaman.
Gedung Putih mengecilkan dampak yang ditimbulkan oleh perintah eksekutif Trump terhadap masyarakat. Kekacauan dan unjuk rasa bermunculan di bandar-bandar udara di berbagai wilayah AS.
Melalui perintah yang ditandatangani Trump pada 27 Januari itu, pengungsi dari seluruh dunia untuk selama 120 hari dilarang memasuki wilayah Amerika Serikat.
Para warga dari tujuh negara, yang disebut "negara-negara yang dikhawatirkan merupakan sumber terorisme", selama 90 hari dilarang masuk ke AS.
Ketujuh negara yang dimasukkan dalam larangan memasuki AS adalah Iran, Irak, Libya, Suriah, Somalia, Sudan dan Yaman.
Jumlah penduduk di ketujuh negara itu mencapai 130 juta orang.
Pada Minggu lalu, puluhan ribu orang berunjuk rasa di depan Gedung Putih, di lebih dari 30 bandara AS dan di pusat kota-kota besar, termasuk Boston, Philadelphia, Atlanta, Los Angeles, Seattle dan Chicago.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata
-
SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!
-
Rugi Terus, Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah untuk Berhemat
-
Jakarta Darurat Kabel Semrawut: Pelajar Tewas, Perda Mangkrak, Legislator Tuntut Sanksi Operator
-
UU Peradilan Militer Jadi Tameng Impunitas TNI! Aktivis Desak Reformasi Total
-
Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
Terekam CCTV, Detik-detik Pasutri di Duren Sawit Gasak Motor Sambil Bawa Anak
-
MBG Disetop Saat Libur Sekolah, BGN Disomasi: Ibu Hamil dan Balita Tetap Butuh Nutrisi!
-
Dua Calon Pengelola KDMP Meninggal saat Ikut Latihan Militer