Advocat Cinta Tanah Air (ACTA). [suara.com/ Bagus Santosa]
Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) meminta kepada Warga DKI Jakarta untuk menyukseskan Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta yang tinggal tiga hari lagi.
"ACTA mengajak warga Jakarta untuk memastikan Pilkada ini berjalan dengan bermartabat, dalam artian tidak diwarnai intervensi kekuasaan, dan berjalan jujur serta adil," Wakil Ketua ACTA Herdiansyah dalam konfrensi persnya di Kawasan Menteng, Jakarta, Minggu (12/2/2017).
Dia menambahkan, warga DKI Jakarta diminta untuk tidak menyebarkan berita bohong atau hoax, tapi juga jangan takut, jangan ragu dan jangan malas menyebarkan infomasi yang benar dan dapat dipenanggungjawabkan.
"Ingat bahwa aparat penegak hukum kita sangat membutuhkan partisipasi masyarakat untuk memperoleh informasi pelanggaran hukum yang terjadi," kata dia.
Dia menambahkan, jika menemukan indikasi pelanggaran hukum di Iapangan agar segera kumpulkan bukti dan saksi awal, dokumentasikan lalu laporkan ke penegak hukum terdekat.
"Atau kepada kami ke 0811870274 (sms only) untuk kami tindaklanjuti ke penegak hukum. Jangan hanya mengumumkan di medsos !!! Karena tidak akan ditindaklanjuti secara hukum," katanya.
Selain itu, dia menambahkan, ACTA menyampaikan terima kasih kepada penegak hukum atas kerja keras selama ini. Namun ACTA juga mengingatkan agar penegak hukum bertindak sesuai dengan wewenang dan tidak bertentangan dengan hukum.
"Perlu digarisbawahi bahwa siapapun berhak untuk mengawasi pelaksanaan pencoblosan sampai dengan penghitungan di tiap tingkatan, selama dilakukan sesuai dengan hukum dan perundang-undangan yang ber|aku. Partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu harus dipandang secara positip yang bisa mempermudah kerja penegak hukum dalam mengawal demokrasi," kata dia.
Kemudian, ACTA juga mengingatkan kepada penyelenggara Pemilu untuk bertindak netral. Menurutnya, ketidaknetralan penyelenggara Pemilu bukan hanya bisa memicu kericuhan, tapi juga merupakan kejahatan serius yang melanggar hukum pidana.
Penyelenggara Pemilu, sambungnya, juga harus teliti dalam menerima Iaporan dan informasi Iaporan adanya pelanggaran. Dia meminta, Penyelenggara Pemilu jangan terlalu reaktif menyebutkan informasi pelanggaran sebagai hoax tanpa terlebih dahulu meneliti dan memveriflkasi Iaporan tersebut.
"Kami informasikan bahwa ACTA akan membuka Posko di tempat ini dan Hottine pelaporan kecurangan Pilgub DKI Jakarta di Nomor Hp 0811870274 (hanya sms). Pada hari H kami akan siap menindaklanjuti Iaporan masyarakat di 6 wilayah KotalKabupaten DKI Jakarta," tuturnya.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris
-
Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah
-
Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya
-
Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?
-
Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba