Suara.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa pemerintah telah membangun Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) bagi petugas pemadam kebakaran (Damkar).
"Oleh karena itu, Kemendagri tahun ini sudah punya Diklat untuk meningkatkan latihan, semangat anggota Damkar. Tapi kami yakin di semua daerah, khususnya di DKI, sudah punya Diklat untuk meningkatkan kualitas Damkar," ujar Tjahjo di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Rabu (1/3/2017).
Tjahjo lantas mengatakan bahwa Pusdiklat tersebut akan dipusatkan di Jakarta dan Riau.
"Untuk melatih satuan-satuan Damkar yang lebih profesional, akan dipusatkan di Jakarta dan Rokan Hilir, Riau," ucap dia.
Sehubungan dengan itu, Tjahjo berharap pemerintah daerah bisa lebih meningkatkan kesejahteraan demi menunjang pekerjaan Damkar. Pasalnya menurutnya, Damkar merupakan profesi yang dibutuhkan di semua lapisan masyarakat, selain juga bisa membantu operasi yang dilakukan TNI dan kepolisian.
"Karena Damkar ini dibutuhkan oleh semua lapisan masyarakat. Tidak hanya (di) kebakaran, kecelakaan, orang terperosok, orang mau bunuh diri, apa pun, tergantung juga kepada Damkar. Dan juga mem-back up, membantu kalau ada operasi-operasi dari TNI dan Polri atau satuan pemadam kebakaran hutan," papar Tjahjo.
Tjahjo pun kembali menegaskan perlunya setiap daerah memiliki satuan Damkar.
"Saya kira penting sekali di usia ke-98 (Damkar) ini. Kami akan memgoptimalkan bahwa minimal satu daerah itu harus punya satuan Damkar," paparnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam