Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Rikwanto [suara.com/Oke Atmaja]
Setelah berhasil diselamatkan anggota Polres Purbalingga, Jawa Tengah, dari amukan massa di tengah jalan, pengemudi mobil Avanza bernama Waskito Budi Utomo diperiksa polisi. Dari hasil pemeriksaa, ternyata Waskito mengemudikan mobil dalam kondisi tidak stabil sehingga dia membawa kendaraan secara ugal-ugalan sampai akhirnya memancing emosi para pengendara sepeda motor.
"Dalam pemeriksaan, saudara Waskito diduga mengacaukan (dan) mengaku mabuk," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta, Senin (6/3/2017).
Peristiwa yang heboh setelah videonya viral di media sosial tersebut terjadi di sekitar simpang Karangkabur, Kecamatan Padamara, Purbalingga, pekan lalu.
Setelah menjalani pemeriksaan, kata Rikwanto, Waskito kembali dilepaskan.
"Dan saat ini (sudah) dikembalikan ke keluarganya," kata Rikwanto.
Potongan video viral berdurasi sekitar 5 menit, 33 detik. Potongan itu hanya menggambarkan ketika Waskito sedang dihakimi massa. Brigadir Polisi Dua Afifat Agung Dwi Dwi Cahyono ketika berusaha melindungi Waskito dari amukan massa, tapi karena Waskito berontak dan ingin lari, Afif refleks memukul dan membentaknya. Sebab, jika Waskito tetap lari, kemungkinan nyawanya menjadi taruhan karena sedang dikepung massa marah.
Sambil menunggu bantuan tiba, Afif berusaha melindungi Waskito yang masuk ke dalam mobil. Waskito tetap berontak. Afif pun menarik Waskito sambil menjambak karena berontak terus, untuk menjauhi mobil yang sudah dikepung massa.
Sampai akhirnya, bantuan polisi datang dan Waskito dapat diselamatkan.
Rikwanto mengimbau masyarakat jangan main hakim sendiri di jalan raya.
"Kita juga mengimbau ke masyarakat apabila dalam penguasaan kepolisian sebaiknya masyarakat tidak melakukan main hakim karena itu bisa melanggar hukum dan bisa diproses secara hukum juga," kata dia.
"Dalam pemeriksaan, saudara Waskito diduga mengacaukan (dan) mengaku mabuk," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta, Senin (6/3/2017).
Peristiwa yang heboh setelah videonya viral di media sosial tersebut terjadi di sekitar simpang Karangkabur, Kecamatan Padamara, Purbalingga, pekan lalu.
Setelah menjalani pemeriksaan, kata Rikwanto, Waskito kembali dilepaskan.
"Dan saat ini (sudah) dikembalikan ke keluarganya," kata Rikwanto.
Potongan video viral berdurasi sekitar 5 menit, 33 detik. Potongan itu hanya menggambarkan ketika Waskito sedang dihakimi massa. Brigadir Polisi Dua Afifat Agung Dwi Dwi Cahyono ketika berusaha melindungi Waskito dari amukan massa, tapi karena Waskito berontak dan ingin lari, Afif refleks memukul dan membentaknya. Sebab, jika Waskito tetap lari, kemungkinan nyawanya menjadi taruhan karena sedang dikepung massa marah.
Sambil menunggu bantuan tiba, Afif berusaha melindungi Waskito yang masuk ke dalam mobil. Waskito tetap berontak. Afif pun menarik Waskito sambil menjambak karena berontak terus, untuk menjauhi mobil yang sudah dikepung massa.
Sampai akhirnya, bantuan polisi datang dan Waskito dapat diselamatkan.
Rikwanto mengimbau masyarakat jangan main hakim sendiri di jalan raya.
"Kita juga mengimbau ke masyarakat apabila dalam penguasaan kepolisian sebaiknya masyarakat tidak melakukan main hakim karena itu bisa melanggar hukum dan bisa diproses secara hukum juga," kata dia.
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Berani Angkat Latar Bali, Film Bandit Bakal Bikin Jantung Berdebar di JAFF 2025
-
Berawal dari Jadi Korban Begal, Monji Atmodjo Bongkar Sisi Kelam 'Surga' Bali Lewat Film Bandit
-
Ulasan Novel Bandit-Bandit Berkelas: Nasib Keadilan di Ujung Tanduk!
-
Ulasan Novel Tanah Para Bandit: Ketika Hukum Tak Lagi Memihak Kebenaran
-
Suzuki Bandit Kalah Ganteng, Pesona Hero Hunk 150 XTEC Bikin Kesengsem
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- 7 Sepatu Skechers Wanita Tanpa Tali, Simple Cocok untuk Usia 45 Tahun ke Atas
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
Iran Hubungi China, Bahas Ancaman Militer AS Pasca Manuver USS Abraham Lincoln
-
Haru Pengukuhan Guru Besar Zainal Arifin Mochtar, Tangis Pecah Kenang Janji pada Sang Ayah
-
Saksi Bantah Acara Golf di Thailand Bicarakan Penyewaan Penyewaan Kapal
-
KPAI Soroti Lemahnya Pemenuhan Hak Sipil Anak, Akta Kelahiran Masih Minim di Daerah Tertinggal
-
Prabowo Gelar Rapat Tertutup, Bahas Tambang Mineral Kritis Hingga Mobnas
-
Air Mata dan Pelukan Ibu Warnai Momen Kebebasan Laras Faizati di Rutan Pondok Bambu
-
AS Dilaporkan Siapkan Serangan Kilat ke Iran, Sikap Trump Tentukan Perang Dunia?
-
Dituding Rugikan Negara Rp2,9 Triliun, Kerry Riza: Itu Adalah Pembayaran atas Tagihan Saya
-
Dedi Mulyadi dan Willy Bongkar Sisi Gelap Gunung Emas: 70 Ribu Gurandil dan Raup 250 Kg Emas
-
Ada Proyek Pipa PAM Jaya, Dishub DKI Terapkan Rekayasa Lalin di R.A. KartiniFatmawati Mulai Besok