Seratus enam puluh tahun sejak perjuangan perempuan pertama kali dideklarasikan pada 8 Maret 1857 di Amerika Serikat, hingga kini diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan masih terjadi. Kondisi buruk ini terus membayangi perjuangan kesetaraan gender.
Bagi pekerja media, kekerasan dan pelecehan seksual terhadap jurnalis perempuan juga masih menjadi pekerjaan rumah. Meski pekerjaan sebagai jurnalis dilindungi oleh UU Pers, namun bukan berarti pekerjaan sebagai jurnalis aman dari pelecehan dan kekerasan.
"Tahun 2016, tercatat ada tiga kasus kekerasan dan pelecehan," kata Yekti Hesthi Murthi Ketua Bidang Perempuan, Anak, dan Kelompok Marjinal Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia di Jakarta, Rabu (8/3/2017).
Pertama, kasus kekerasan seksual terhadap empat perempuan di kantor berita Antara, kedua adalah kasus pelecehan seksual yang terjadi pada seorang perempuan reporter magang di Radar Ngawi, ketiga adalah kasus pelecehan seksual yang terjadi terhadap seorang reporter di Medan. Dua kasus dilakukan oleh atasan korban, sedangkan kasus di Medan dilakukan aparat.
Menyadari tak bisa berjuang sendirian untuk menghapuskan pelecehan, diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan, tahun ini bekerjasama dengan jaringan jurnalis internasional, AJI Indonesia sepakat memperingati Hari Perempuan Internasional, 8 Maret 2017, dengan menggandeng rekan laki-laki untuk mendukung dan berpartisipasi aktif untuk mewujudkan kesetaraan dan menghentikan kekerasan.
Melalui Hari Perempuan Internasional yang diperingati setiap 8 Maret, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia menggelar aksi yang bertajuk Man for Woman (M4W). Aksi ini digelar pada Rabu, 8 Maret 2017 didepan Plaza FX Sudirman. Melalui aksi simpatik, kami mengajak laki-laki sebagai partner setara dan memiliki keberpihakan pada perempuan, untuk bersama-sama menghentikan kekerasan, dan mewujudkan kesetaraan gender.
Yekti mengatakan perjuangan untuk menghentikan pelecehan, kekerasan, dan diskriminasi terhadap perempuan adalah perjuangan panjang. “Butuh dukungan dari stakeholders dan juga laki-laki, partner setara perempuan,untuk mewujudkannya,” ujar Hesti.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan