Suara.com - Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga Anies Baswedan meminta semua pihak menghentikan ancaman tidak mau menyalatkan jenazah pendukung pasangan kandidat petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot).
Anies menegaskan, jika ada jenazah pendukung kandidat nomor urut dua itu yang ditolak warga, dirinya yang akan mengurus dan menyalatkannya.
"Jangan sampai seperti itu. Tidak boleh ada pemaksaan. Jadi, semua memunyai kewajiban kepada jenazah. Kalau ada jenazah ditolak, saya yang akan menyalatkannya," kata Anies di Jalan Kapten Tendean, Mampang, Jakarta Selatan, Senin (13/3/2017).
Pasangan Cawagub Sandiaga Uno itu mengatakan, beredarnya spanduk yang berisi larangan menyalatkan pendukung Ahok-Djarot tidak ada hubungannya dengan Pilkada Jakarta.
Anies mengatakan, momen Pilkada bukanlah ajang untuk saling mentakut-takuti pemilih, melainkan untuk memilih pemimpin yang terbaik di mata rakyat.
"Kita ingin Pilkada kita itu Pilkada yang damai dan jangan memulainya dengan ancaman," tandasnya.
Berita Terkait
-
Ini Sebab Maraknya Penolakan Jenazah Pendukung Ahok versi Anies
-
Propaganda Boikot Jasad Pro Ahok, Menteri Agama Angkat Suara
-
Politikus Gerindra: Kasus Nenek Hindun Imbas Kriminalisasi Ulama
-
Blusukan, Djarot Mendadak Dipeluk Nenek Berusia 80 Tahun
-
'Blusukan' ke Pasar Timbul, Djarot Janji Renovasi Kios Pedagang
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
Terkini
-
Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat
-
Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan
-
Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun
-
Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos
-
Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden
-
Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas
-
Sowan ke MUI, KSP Dudung Siap Lapor Aspirasi Ulama ke Presiden Prabowo
-
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus DJKA ke Eks Menhub Budi Karya Sumadi
-
Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!
-
PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi