Suara.com - Sebuah jet penumpang yang membawa 45 penumpang kecelakaan di Kota Sudan sebelah selatan, Senin (20/3/2017). Sementara diketahui 14 penumpang luka-luka dan di bawa ke rumah sakit.
South Supreme Airlines lepas landas dari Ibu Koa Juba. Sampai saat ini belum diketahui jelas keadaan penumpang lainnya.
"Ada 40 penumpang dan lima awak (on board) itu semua. Saya tidak memiliki informasi apapun," kata Gabriel Ngang, Manajer South Supreme Airlines.
Sementara Menteri Informasi Negara Sudan, Bona Gaudensio mengatakan saat ini proses evakuasi masih berjalan.
"Saat ini kami memiliki ambulans yang baru saja keluar dari bandara dan kami telah menerima 14 pasien yang dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi stabil," kata Gaudensio.
Sementara itu seorang insinyur Bandara Wau Paul Charles dan jurnalis radio setempat Lawrence Yunisen, serta jurnalis AFP berhasil lari dari pesawat yang dalam kondisi terbakar itu.
Charles mengatakan cuaca di wilayah tersebut tidak pernah baik ketika pesawat itu mendarat.
"Visibilitas tidak baik sampai sekarang dan (pesawat) itu mendarat dari timur ke barat. Pilot Saya pikir tidak melihat landasan pacu dengan baik," katanya.
Sesaat setelah kecelakaan, ada beberapa penumpang yang mencoba menyelamatkan diri. Mereka saling membantu dengan menarik diri dari badan pesawat.
Baca Juga: Sudan Tak Temukan Bukti Kontingen Polri Selundupkan Senjata
" Hanya bagian belakang pesawat yang tersisa, sisanya terbakar," tambahnya. (AFP)
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
- 5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan untuk Ojol, RAM 8 GB dan Baterai Awet
Pilihan
-
Merayap dalam Senyap, Kenaikan Harga Pangan Semakin Mencekik Rakyat Kecil
-
Alarm Bahaya untuk BEI, Mengapa Indonesia Terancam Turun ke Kasta Banglades?
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg
-
Sudah Rampung 90 Persen, Prabowo Segera Teken Dokumen Tarif Trump
-
Selamat Jalan Eyang Meri, Pendamping Setia Sang Jenderal Jujur Kini Beristirahat dengan Damai
Terkini
-
Pramono Anung Akui Operasional RDF Rorotan Masih Penuh Tantangan: Kami Tangani Secara Serius
-
Paulus Tannos Kembali Ajukan Praperadilan dalam Kasus e-KTP, KPK: Tidak Hambat Proses Ekstradisi
-
Epstein Files Meledak Lagi: Deretan Nama Besar Dunia Terseret, dari Trump sampai Bos Teknologi
-
Pemerintah Nilai Tak Ada Resistensi RI Gabung BoP, Sebut Cuma Beda Pendapat
-
MGBKI Dukung Putusan MK soal Kolegium Dokter Spesialis, Tegaskan Independen dan Berlaku Langsung
-
Perluasan Digitalisasi Bansos di 41 Daerah, Gus Ipul: Transformasi Bangsa Mulai Dari Data
-
Menko Yusril: Pemerintah Siapkan Kerangka Aturan Cegah Risiko TPPU di Sistem Pembayaran Cashless
-
Kewenangan Polri Terlalu Luas? Guru Besar UGM Desak Restrukturisasi Besar-Besaran
-
Keppres Adies Kadir jadi Hakim MK Sudah Diteken, Pelantikan Masih Tunggu Waktu
-
Isu Reshuffle untuk Singkirkan 'Orang Jokowi' Berhembus, Ini Jawaban Tegas Mensesneg