Suara.com - Pemakai narkoba di Indonesia sudah tingkat membahayakan, apalagi negara tersebut dijadikan sasaran utama pemasaran narkoba di wilayah Asia Tenggara.
"Permintaan narkoba cukup tinggi dan juga paling mudah memasukkan barang haram tersebut ke Indonesia, hanya melalui pelabuhan tikus atau pelabuhan yang tidak resmi," kata Sekjen DPP Gerakan Anti Narkotika (GAN) Indonesia Zulakarnain Nasution di Medan, Selasa (28/3/2017).
Indonesia dianggap sebagai pasar terbaik peredaran narkoba, menurut dia, memang benar dan tidak bisa dipungkiri. Hal tersebut, sebenarnya memalukan bagi Indonesia, karena dikenal sebagai pusat bisnis narkoba di Asia Tenggara.
"Jadi, Indonesia selama ini tempat yang sangat strategis bagi peredaran narkoba oleh sindikat internasional dari berbagai negara di dunia," ujar Zulkarnain.
Ia menyebutkan, hukum di Indonesia juga masih lemah dan perlu dikaji ulang, serta aparat keamanannya masih mau terpengaruh penangkapan narkoba tersebut. Kesadaran masyarakat melaporkan peredaran narkoba masih rendah, dan sikap aparat keamanan terhadap laporan yang diberikan masyarakat lama baru ditindaklanjuti.
"Hal tersebut, perlu dilakukan evaluasi dan mendapat perhatian oleh pemerintah, kalau tidak ingin Indonesia tetap menjadi negara yang dijadikan ajang bisnis narkoba," ucapnya.
Zulkarnain menambahkan, jika peredaran narkoba di Indonesia tidak secepatnya dieliminir, maka dikhawatirkan para pelajar, remaja, dan generasi muda semakin banyak yang rusak akibat menggunakan narkoba.
Pemerintah sudah sudah seharusnya memperketat masuknya narkoba dari berbagai negara, demi menyelamatkan bangsa dan negara, serta rakyat Indonesia.
Polri, BNN, TNI dan aparat keamanan terkait lainnya agar lebih tegas lagi terhadap penyelundupan narkoba dari luar negeri.
"Para pengedar, penyeludup, dan bandar narkoba yang tertangkap aparat keamanan, agar dihukum mati sehingga dapat membuat efek jera," kata Sekjen DPP GAN.
Sebelumnya, Kepala Subdit Lingkungan Kerja dan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) Kombes Pol Ricky Yanuarfi menyebut Indonesia merupakan sasaran utama pemasaran narkoba di wilayah Asia Tenggara.
"Banyak jaringan internasional menjadikan Indonesia sebagai pasar narkoba, karena harga narkoba melambung tinggi," katanya, dalam diskusi di Jakarta, Sabtu.
Ia mengatakan, narkoba jenis sabu-sabu di China, harganya cukup murah mencapai Rp2 juta per kilogram. Di Indonesia hampir Rp2 miliar per kilogram.
"Ini merupakan bisnis yang sangat menggiurkan bagi bandar narkoba tersebut," kata Ricky.(Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!