Suara.com - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan berharap Dewan Perwakilan Daerah dapat menyelesaikan kisruh pembahasan masa jabatan pimpinan DPD.
"Ya kami berharap, MPR-DPD kan lembaga yang berbeda, tentu sesama lembaga negara, saya harap DPD bisa selesaikan persoalannya, bisa menyelesaikan apa yang terjadi yang kita saksikan belakangan," kata Zulkifli di Parlemen, Jakarta, Selasa (4/4/2017).
Pernyataan Zulkifli menyusul keributan yang terjadi di tengah rapat paripurna DPD, Senin (3/4/2017). Kericuhan terjadi ketika pimpinan rapat, GKR Hemas dan Farouk Muhammad dihujani interupsi anggota karena mereka dianggap tidak memiliki hak memimpin karena masa jabatan telah selesai sesuai dengan tata tertib DPD. Tapi, tata tertib yang menyebutkan jabatan pimpinan DPD selama 2,5 tahun dibatalkan oleh Mahkamah Agung sehingga DPD seharusnya patuh pada hukum bahwa jabatan pimpinan tetap lima tahun.
Rapat paripurna untuk menyikapi putusan Mahkamah Agung yang membatalkan tata tertib DPD Nomor 1 Tahun 2017 kemudian ditutup oleh Hemas. Tapi anggota protes dan meminta Farouk kembali membuka kembali rapat paripurna. Rapat akhirnya selesai pada Selasa (4/4/2017) dini hari dan memutuskan pimpinan baru yaitu Oesman Sapta Odang, Nono Sampono, dan Darmayanti Lubis.
Oesman Sapta merupakan wakil ketua MPR dari perwakilan DPD.
Hemas menganggap pemilihan tersebut ilegal. Menurut dia prosesnya melanggar putusan MA nomor 38 P/HUM/2016 dan putusan MA Nomor 20 P/HUM/2017.
Menanggapi terpilihnya Oesman Sapta menjadi pimpinan DPD, Zulkifli mengatakan akan mengkajinya, siang ini.
"Kami lagi kaji. Saya minta sekjen (sekretaris jenderal) coba lihat aturannya bagaimana," kata dia.
Zulkifli tidak mau berspekulasi mengenai nasib posisi Oesman di MPR setelah terpilih menjadi pimpinan DPD.
"Ini kan ada dua, ada putusan hukum, ada putusan politik. Kita lihat saja prosesnya seperti apa," ujarnya.
Tag
Berita Terkait
-
Soroti Proyek Satelit Rusia di Biak, Pansus Papua DPD RI Mulai Inventarisasi Masalah
-
GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya
-
Stop MBG dan KDMP! Niluh Djelantik Bongkar Gaji Guru PAUD 'Dipotong' Demi Program Baru Pemerintah
-
Bahlil Sumbang Hewan Kurban ke Seluruh DPD Golkar, Totalnya Lebih dari 40 Ekor
-
Polemik PSN Papua Tak Bisa Lagi Dipandang Sebelah Mata, DPD Resmi Bentuk Pansus
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Masyarakat Doyan Gunakan Pinjol, Utangnya Tembus Rp105,14 Triliun
-
Teknologi Keselamatan UD Trucks Quester Dukung Distribusi Logistik yang Lebih Aman
-
Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
-
10 Sisi Terang dan Gelap Zodiak Cancer, Diklaim Jadi Zodiak Paling Banyak di Indonesia
-
Darurat Algoritma, Saat Anak Jadi Alat Promosi Vape di YouTube
-
Ketika Orang Hilang Tak Segera Dicari, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Korban Selamat KM Mutiara Sentosa II Tiba di Surabaya
-
Berangkat Dari Kalimantan, Om Basri Siap Hadapi Penyidik Polda Sulsel
-
4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
-
5 Alasan Kenapa Hotel Bersejarah Ini Bakal Jadi Spot Hits Terbaru di Bangkok