News / Metropolitan
Selasa, 04 April 2017 | 15:01 WIB
Anies Baswedan [suara.com/Dian Rosmala]

Suara.com - Calon wakil gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful meminta masyarakat untuk melapor kepada RT RW setempat jika rumahnya sudah tidak layak huni untuk mendapatkan program bedah rumah.

Hal ini disampaikan Djarot saat blusukan di Jalan Sentra Primer, Pulogebang, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (4/3/2017).

"Minta sama pak RW pasti kita bongkar rumahnya, tapi jangan kemudian disampaikan akan digusur karena Basuki Djarot tukang gusur," ujar Djarot di lokasi.

Program bedah rumah tersebut akan dilakukan usai dirinya aktif kembali menjadi wakil gubernur DKI Jakarta.

Nantinya program bedah rumah tersebut akan dikerjakan oleh Pasukan Pelangi. Adapun pasukan Pelangi gabungan dari pasukan merah, hijau, biru, dan orens yang bekerja secara gotong royong membenahi rumah tersebut.

Pasukan merah nantinya membetulkan atap rumah dan diganti dengan baja ringan. Sementara pasukan orange dan biru dan hijau gotong royong untuk ikut membedah rumah.

Djarot berjanji akan turun langsung membantu pasukan pelangi dan masyarakat dalam program bedah rumah. Ia juga mengklaim sudah melakukan program Bedah Rumah sewaktu dirinya menjadi Wali Kota di Blitar.

"Makanya bilang sama pak Basuki, urusan bedah rumah saya akan turun tangan langsung. Saya kerahkan orinsip gotong royong, anggarannya bisa APBD (Anggaran Belanja Pendapatan Daerah). bisa juga dana CSR. Warga kewajibannya gotong royong bantu, bersedia nggak," kata Djarot.

Maka dari itu, ia mengatakan program bedah rumah bukan untuk menggusur tapi menata rumah agar lebih layak dihuni. Ia pun mengapresiasi program penyediaan rumah dengan uang muka nol persen yang digaungkan pasangan pesaingnya Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Namun ia mempertanyakan apakah program tersebut bisa dijalankan di Jakarta.

Baca Juga: Gara-Gara Rumah Rp350 Juta, Anies Baswedan Digoda Ahok dan Djarot

"Tolong sampaikan kita mau menata, terus terang Pak Hasbi, kami nggak bisa menyediakan rumah dengan harga Rp350 juta di Jakarta DP (uang muka) nol persen. Saya apresiasi baik, tapi iso nggak dijalankan?" ucap Djarot.

"Mohon maaf kami nggak bisa, karena kami selalu sampaikan bangun perumahan layak huni di Jakarta caranya bangun secara vertikal. Kalau mau rumah tapak, bisa di pinggir Jakarta, rusun bisa digunakan kos, apartemen harga kos," sambungnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan akan bertanggung jawab dalam program bedah rumah dan akan terjun langsung ke masyarakat.

"Yang ajukan rekomendasi dari RT RW supaya warga ikut terlibat. Sabtu minggu kalau perlu saya ikut kerja bhakti gotong royong, ngecat maku (memaku) masih bisalah, yang nggak bisa menata batu batu, nanti melenceng semua," tutur Djarot.

 "Masang ubin nggak bisa, melur itu masih bisalah, tapi nggak bisa bagus. Kami akan kerja bakti supaya kampung di Jakarta bersih dan sehat, rumahnya bersih dan sehat kalau sehat warganya sehat luar dalamnya. Kalau pemukimannya nggak sehat bagaimana orangnya sehat," paparnya.

Load More