Suara.com - Tim pemenangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno mengendus adanya pemanfaatan rumah dinas Anggota DPR RI sebagai tempat penampungan sembako yang dibagikan ke warga oleh tim pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.
Menurut wakil ketua tim advokasi Anies-Sandiaga, Yupen Hadi, rumah dinas tersebut terletak di Komplek DPR RI Kalibata, Jakarta Selatan. Saat ini, kata dia, di rumah itu terdapat tumpukan sembako yang diduga akan disebar sebelum pencoblosan.
"Ada satu alamat, itu fasilitas negara, rumah dinas Anggota DPR RI DPR di blok 4-323 jadi tempat penyimpanan logistik yang hari ini didistribusikan," kata Yupen.
Diketahui, rumah tersebut merupakan rumah dinas yang ditempati Anggota DPR RI Fraksi PDI-Perjuangan Adian Napitupulu. Sebagian sembako tersebut sudah dibagikan di daerah Kalibata pada hari ini.
"Mungkin akan dibagikan secara terus menerus hingga hari pencoblosan," ujar Yupen.
Dengan temuan tersebut, dia berharap aparat tidak tinggal diam. Menurutnya, jika hal ini dibiarkan tanpa ada tindakan dari pihak aparat dan pengelola perumahan negara maka dapat menciderai demokrasi.
"Ya harus ditindak. Jangan dibiarkanlah. Ini merusak demokrasi kita," kata Yupen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku, DPR: Ini Alarm Keras, Negara Harus Hadir
-
Sebut Cuma Kebetulan Lagi Makan Soto, Kodam Diponegoro Bantah Kirim Intel Pantau Anies
-
Airlangga Girang, Modal Asing Mulai 'Mudik' ke Saham RI
-
'Mama Jangan Menangis' Surat Terakhir Siswa SD di NTT Sebelum Akhiri Hidup karena Tak Bisa Beli Buku
-
Isi Proposal OJK dan BEI ke MSCI: Janji Ungkap Penerima Manfaat Akhir Saham RI
Terkini
-
Menlu Ikut Hadir di Pertemuan Prabowo dan Ormas Islam, Beri Penjelasan RI Gabung BoP
-
Di RDPU Komisi II DPR, Akademisi UI Usul Bawaslu Dibubarkan dan Cabut Wewenang Sengketa MK
-
Pakar Hukum Pidana Nilai Kotak Pandora Kasus-kasus Korupsi Bakal Terbuka Jika Riza Chalid Tertangkap
-
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku, DPR: Ini Alarm Keras, Negara Harus Hadir
-
Sebut Cuma Kebetulan Lagi Makan Soto, Kodam Diponegoro Bantah Kirim Intel Pantau Anies
-
KPK Siap Hadapi Praperadilan Ulang Paulus Tannos, Buronan e-KTP yang Nekat Ganti Identitas
-
Indonesia Jadi Penjual Rokok Terbanyak ASEAN, Dokter Paru Ingatkan Dampak Serius Bagi Kesehatan
-
Polda Metro Jaya Klarifikasi Pandji Pragiwaksono Terkait Kasus Mens Rea Jumat Ini
-
Momen Pramono Tertawa Lepas di Rakornas, Terpikat Kelakar Prabowo Soal '2029 Terserah'
-
'Mama Jangan Menangis' Surat Terakhir Siswa SD di NTT Sebelum Akhiri Hidup karena Tak Bisa Beli Buku