Suara.com - Benda lembut berwarna putih yang tercecer dan menumpuk di ruas Jalan Sudirman, DKI Jakarta, Sabtu (6/5/2017) sore, dipastikan bukan salju.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho kepada Suara.com, Sabtu malam, mengatakan benda putih itu adalah busa yang tercampur dengan air hujan.
”Busa tersebut diduga adalah sisa penyemprotan saat pipa gas bocor milik PGN di jalur lambat depan SCBD Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (16/7) malam,” kata Sutopo.
Ia mengatakan, bahan yang disemprotkan tersebut adalah tifol yang berbentuk busa. Kebocoran gas milik PGN sendiri terjadi pada Rabu malam pukul 11.30 WIB.
Tifol tersebut akhirnya bercampur air hujan yang mengguyur ibu kota Sabtu sore tadi, sehingga menjadi busa berwarna putih dan tampak seperti salju.
“Apalagi banyak kendaraan lalu lalang sepanjang jalan sehingga busa menjadi lebih banyak dan memanjang. Jika ada hujan es, maka yang ada tidak hanya di jalan itu, tetapi di tempat lain. Jadi ini bukan hujan salju. Apalagi dikaitkan dengan perubahan iklim,” tandasnya.
Sebelum diberitakan, DKI Jakarta dibuat heboh oleh kemunculan benda lembut berwarna putih, yang menumpuk di pinggir Jalan Sudirman.
Banyak warga yang menilai benda itu adalah salju. Pasalnya, benda tersebut baru muncul setelah ibu kota diguyur hujan lebat.
Baca Juga: Penerapan Transaksi Tol Nontunai
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan