Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (BEMU UMM) Faiz Mirwan Hamid berpandangan, kegiatan Sarwari Budaya merupakan serangkaian dari Education Fair yang merupakan puncak kegiatan kepengurusan BEM UMM periode 2016-2017.
Fais mengatakan, Sarwari Budaya merupakan kegiatan terakhir BEM UMM untuk mengakhiri satu tahun masa abdi Kabinet Hebat. Dikatakan Fais, dalam momentum kali ini, BEM UMM mempersembahkan kegiatan kebudayaan yang tujuannya menjaga solidaritas kedaerahan untuk tetap saling menghormati satu sama lain.
“Mengingat mahasiswa di UMM berlatar belakang suku dan budaya yang beranekaragam, sehingga agenda ini menjadi momentum berharga seluruh mahasiswa UMM untuk mengenang tanah kelahirannya,” kata Faiz di Malang, Ahad (15/05/2017).
Fais yang berstatus mahasiswa akhir Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UMM ini, berpesan, siapapun yang akan menjadi pengurus BEM UMM mendatang, sudah semestinya melanjutkan tradisi yang positif untuk menawarkan agenda yang memiliki konsep masa depan dan pergerakan.
"Tujuannya tidak lain untuk meningkatkan kualitas akademik mahasiswa kepada seluruh mahasiswa UMM," terang Fais.
Fais mengatakan, event Sarwari Budaya akan menampilkan pagelaran seni dan budaya oleh perwakilan mahasiswa UMM yang berasal dari Sabang sampai Merauke. Event ini ingin menguatkan persatuan dan kesatuan antar suku dalam wadah NKRI.
"Menghargai seni dan budaya dari Sabang sampai Merauke adalah salah satu wujud menjaga NKRI agar tetap utuh sebagai bangsa Indonesia," pungkas Fais.
Baca Juga: Kohati ISIP UMM: Kartini Wariskan Nilai Perjuangan Lewat Tulisan
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa
-
Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra
-
KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya
-
Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz
-
Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan
-
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"
-
Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu
-
Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir
-
Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?