Suara.com - Korea Utara telah meluncurkan peluru kendali dan mendarat hanya 60 mil atau 96,5 km dari Rusia. Roket tersebut terbang selama 30 menit sebelum jatuh ke laut antara pantai timur Korut dan Jepang.
Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Kremlin tidak akan senang dengan uji rudal tersebut.
"Dampak peluru kendali yang begitu dekat dengan tanah Rusia, sebenarnya lebih dekat ke Rusia daripada Jepang, Presiden (Trump) sulit membayangkan perasaan Rusia," ujar Gedung Putih, seperti dilaporkan Metro.co.uk, Senin (15/5/2017).
Berbicara di Beijing pada sebuah konferensi, Dmitry Peskov, juru bicara Presiden Rusia Vladimir Putin, mengatakan kepada wartawan bahwa Putin dan Presiden Cina Xi Jinping telah membahas peluncuran rudal terbaru dan mengungkapkan 'keprihatinan bersama' mengenai ketegangan yang meningkat.
Uji senjata negara pimpinan Kim Jong Un itu dilakukan beberapa hari setelah pemimpin baru Korea Selatan Moon Jae-in terpilih jadi Presiden dan berjanji untuk meningkatkan dialog antara dua negara.
Namun setelah peluncuran tersebut, AS telah meminta semua negara menerapkan sanksi yang lebih kuat terhadap "kerajaan pertapa'.
Korut berhasil menguji sebuah rudal pada bulan Februari di wilayah yang sama di Kusong, sebelah barat laut dari Pyongyang.
Negara tersebut diyakini sedang mengembangkan rudal antarbenua yang dilengkap dengan senjata nuklir yang mampu menjangkau AS.
Baca Juga: Trump Desak Korut Kena Sanksi Internasional, Rusia Bela Jong Un
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Panduan Lengkap Daftar Akun SNPMB 2026 dan Jadwal Cetak Kartu SNBP 2026
-
Bukan Musuh, Pemred Suara.com Ajak Jurnalis Sulsel Taklukkan Algoritma Lewat Workshop AI
-
Sekjen PBNU Ungkap Alasan Prabowo Gabung Board of Peace: Demi Cegah Korban Lebih Banyak di Gaza
-
Hadiri Majelis Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi, Megawati Duduk Bersebelahan dengan Ramos Horta
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Telah Terjual Lebih Dari 380 Ribu, Purwokerto Jadi Tujuan Paling Laris
-
Nekat Berangkat Saat Sakit, Tangis Pilu Nur Afni PMI Ilegal Minta Dipulangkan dari Arab Saudi
-
Kisah Epi, ASN Tuna Netra Kemensos yang Setia Ajarkan Alquran
-
KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024
-
Pastikan Pengungsi Hidup Layak, Kasatgas Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang
-
KPK Cecar 5 Bos Travel Terkait Kasus Kuota Haji, Telisik Aliran Duit Haram ke Oknum Kemenag