Wakil Ketua LPSK Hasto Atmojo [suara.com/Adie Prasetyo Nugraha]
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban siap menanggung semua biaya pengobatan korban luka dari warga sipil akibat dua ledakan bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur.
"Kami tawarkan untuk membantu kepengurusan kompensasi. Ini seperti yang kami lakukan pada korban bom Samarinda, kami bekerjasama dengan Densus 88 untuk menghitung jumlah kompensasi yang diajukan ke negara," kata Wakil Ketua LPSK Hasto Atmojo ketika ditemui di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Kamis (25/5/2017).
Harto menambahkan untuk biaya perawatannya korban dari polisi ditanggung institusi kepolisian.
"Dari institusi kepolisian sudah menyatakan itu akan menjadi mandat dari kepolisian, mungkin kami nanti akan konsentrasi kepada korban korban yang bukan kepolisian," tambah Hasto.
Hasto belum bisa menemui pasien yang dirawat di RS Polri Kramatjati.
Dia akan kembali datang ke rumah sakit ini besok untuk melihat kondisi korban.
"Belum bisa kami temui, tapi secara keseluruhan kondisinya sudah mulai berangsur membaik," katanya.
Bom bunuh diri menewaskan lima orang yang terdiri dari tiga anggota polisi yang sedang bertugas dan dua warga yang diduga pelaku. Dua ledakan bom bunuh diri juga melukai sebelas orang yang terdiri dari enam anggota polisi dan lima warga sipil.
"Kami tawarkan untuk membantu kepengurusan kompensasi. Ini seperti yang kami lakukan pada korban bom Samarinda, kami bekerjasama dengan Densus 88 untuk menghitung jumlah kompensasi yang diajukan ke negara," kata Wakil Ketua LPSK Hasto Atmojo ketika ditemui di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Kamis (25/5/2017).
Harto menambahkan untuk biaya perawatannya korban dari polisi ditanggung institusi kepolisian.
"Dari institusi kepolisian sudah menyatakan itu akan menjadi mandat dari kepolisian, mungkin kami nanti akan konsentrasi kepada korban korban yang bukan kepolisian," tambah Hasto.
Hasto belum bisa menemui pasien yang dirawat di RS Polri Kramatjati.
Dia akan kembali datang ke rumah sakit ini besok untuk melihat kondisi korban.
"Belum bisa kami temui, tapi secara keseluruhan kondisinya sudah mulai berangsur membaik," katanya.
Bom bunuh diri menewaskan lima orang yang terdiri dari tiga anggota polisi yang sedang bertugas dan dua warga yang diduga pelaku. Dua ledakan bom bunuh diri juga melukai sebelas orang yang terdiri dari enam anggota polisi dan lima warga sipil.
Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan mengatakan identitas dua terduga bom bunuh diri sudah mulai terungkap. Untuk memastikannya, kepolisian masih menunggu hasil tes DNA.
"Kami sudah tahu nama perorangan, bisa menjelaskan secara resmi. Inisial nama sudah ada AS, tapi DNA belum dicek. Jangan sampai ada kekeliruan, termasuk pelaku satu lagi juga ada, I (INS)," kata Iriawan di RS Polri Kramatjati.
Jenazah kedua terduga sekarang berada di RS Polri Kramatjati.
"Kami sudah tahu nama perorangan, bisa menjelaskan secara resmi. Inisial nama sudah ada AS, tapi DNA belum dicek. Jangan sampai ada kekeliruan, termasuk pelaku satu lagi juga ada, I (INS)," kata Iriawan di RS Polri Kramatjati.
Jenazah kedua terduga sekarang berada di RS Polri Kramatjati.
Tag
Komentar
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Jangkauan Rudal Iran Kejutkan Dunia, Kota di Israel Luluh Lantak
-
Fasilitas Natanz Diserang Israel dan AS, Iran Waspada Bencana Nuklir
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris
-
Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah
-
Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya