Rumah bocah korban persekusi di Cipinang [suara.com/Welly Hidayat]
Tersangka kasus persekusi terhadap PMA (15) bernama Abdul Majid (22) dan Mat Husin alias Ucin (57). Tersangka tak lain merupakan tetangga korban di Kelurahan Cipinang Muara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan Abdul Majid merupakan anggota Front Pembela Islam. Abdul diduga memukul PMA di tengah mediasi di kantor RW 3 pada Minggu (28/5/2017) malam.
"Tersangka AM ini perannya memukul dengan tangan kirinya ke pipi kanan korban sebanyak tiga kali," ujar Argo di Polda Metro Jaya, Jumat (2/6/2017).
Mat Husin diduga memukul kepala PMA sebanyak satu kali.
Argo menyampaikan penyidik telah memeriksa lima saksi dalam kasus yang dipicu oleh status Facebook PMA yang dianggap mengolok-olok Habib Rizieq Shihab.
"Kami masih terus lakukan pengembangan. Jumlah tersangka bisa saja bertambah," katanya.
Polisi juga telah menyita beberapa barang bukti berupa satu lembar foto copy kartu keluarga, dua buah jaket, satu buah topi, dan satu kartu anggota FPI.
Keduanya tersangka dikenakan Pasal 80 ayat 1 Juncto Pasal 76c Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2015 tentang Perlindungan Anak. Polisi juga menjerat keduanya dengan Pasal 170 KUHP tentang Penganiayaan.
Usai kejadian, PMA dan ibunya dievakuasi Polres Jakarta Timur ke rumah aman. PMA mengalami trauma berat setelah kejadian tersebut.
Kepala Bantuan Hukum FPI Sugito Atmo Pawiro siap memberikan bantuan hukum kepada tersangka.
"Kalau memang itu anggota FPI, kami akan membantu secara hukum, tetap kesalahan dia harus dipertanggungjawabkan," kata Sugito kepada Suara.com.
Hingga siang tadi, Sugito belum dapat memastikan apakah mereka laskar atau bukan.
"Tapi sebelumnya kami akan melakukan pengecekan dulu," katanya.
Kalaupun mereka bukan laskar, tapi mendukung FPI, kata Sugito, tetap akan diberikan pendampingan hukum.
"Kalau dia bukan anggota FPI, tapi apabila dia pro dengan perjuangan kami, kami tetap akan bantu juga," katanya
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Soroti Doxing dan Persekusi, Prof Ani: Rakyat Belum Bebas dari Rasa Takut
-
Rektor Undip Bantah Aulia Risma Jadi Korban Bullying: Almarhumah Punya Masalah Kesehatan
-
Jerit Ketakutan Mahasiswi di Cisauk Saat Warga Larang Ibadah dan Lakukan Aksi Kekerasan
-
Marak Persekusi Hukum, Anies Janjikan Layanan Hotline Paris untuk Masyarakat
-
Rocky Gerung Sentil PDIP Usai Ditolak di Sleman, Buntut Dituduh Hina Jokowi 'Bajingan Tolol'?
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter