Suara.com - Saking kesal dengan aksi kekerasan di jalan raya belakangan ini, pemuda gondrong yang mengaku berasal dari Gabus, Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menantang para bandit.
Video pemuda berkaos oblong warna hitam tersebut saat ini viral di media sosial. Dalam video tersebut, dia mengaku muak dengan kelompok yang disebutnya gangster yang beraninya menganiaya orang lemah.
Setelah menyalakan rokok, pemuda tersebut berkata:
"Hei gengster, yang paling ganteng, yang cantik, dimanapun lu berada. Salam dari gua, anak Gabus," katanya.
Anak Gabus mengatakan selama ini sudah mendengar banyak informasi yang menyebutkan sepak terjang para gangster. Dia mempertanyakan tujuan aksi mereka, apakah cuma untuk menakut-nakuti orang atau kenapa.
"Negh gua dengernya. Lagu-lagu lu kayak t*i. Kalau lu pengen cari lawan sebanding, datang dah ke Gabus, dah," kata dia.
Setelah itu, dia mengambil golok. Lalu memperagakan dirinya kebal terhadap serangan senjata tajam. Dia mempraktekkan dengan cara mengiris-iris tangan, leher, pipi, kuping, perut sendiri.
"Sini, mana yang mau lu bacok. datang ke Gabus. Gua negh lihat lu. Ayo lawan gua. Gua sendiri nggak apa-apa dah. Keroyokan. Tapi setelah lu capek bacokin, nanti gantian, gua bacokin lu," katanya.
"Gua negh lihat lagu lu yang tengil-tengil. Mau jadi apa sih lu," katanya.
Dia menyarankan kepada para pelaku kekerasan agar mengaji yang benar. Lalu, dia meminta mereka membayangkan jika seandainya yang menjadi korban pembacokan di jalan raya adalah orangtua sendiri.
"Udah lu datang ke Gabus dah, gua tantang. Gua tunggu," katanya.
Video yang diunggah Adul Si Bintang Timur sekarang viral di Facebook, Twitter, dan Video. Sebagian netizen mendukung aksi anak Gabus, sebagian lagi mengaku ngeri, sebagian lagi menganggapnya hanya bercanda dan hal ini mencerminkan kondisi sosial sekarang.
Hingga berita ini diturunkan belum ada pernyataan resmi dari kepolisian untuk menanggapi viral video si anak Gabus.
Tag
Berita Terkait
-
Ulasan Novel Bandit-Bandit Berkelas: Nasib Keadilan di Ujung Tanduk!
-
Ulasan Novel Tanah Para Bandit: Ketika Hukum Tak Lagi Memihak Kebenaran
-
Suzuki Bandit Kalah Ganteng, Pesona Hero Hunk 150 XTEC Bikin Kesengsem
-
Kronologi Penangkapan Bandit Bercelurit di Kebon Jeruk, Berawal dari Modus Beli Kontrasepsi
-
Bandit Negara Dilarang Kenyang Dalam Program Makan Bergizi Gratis
Terpopuler
- 6 Mobil Bekas 50 Jutaan Cocok untuk Milenial, Bodi Stylish Tak Repot Perawatan
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- 5 Rekomendasi Ban Tubeless Motor Matic, Tidak Licin saat Hujan dan Jalan Berpasir
- 7 Mobil Boros Bahan Bakar Punya Tenaga Kuda, Tetapi Banyak Peminatnya
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
Pilihan
-
Dirumorkan Latih Indonesia, Giovanni van Bronckhorst Tak Direstui Orang Tua?
-
Jadi Kebijakan Progresif, Sineas Indonesia Ingatkan Dampak Ekonomi LSF Hapus Kebijakan Sensor Film
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
-
6 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp 4 Juta, Investasi Terbaik untuk Gaming dan Streaming
Terkini
-
Bantu Korban Banjir Aceh, 94 SPPG Gerak Cepat Salurkan 282 Ribu Paket Makanan!
-
Tinjau Bencana Banjir di Aceh, Mendagri Beri Atensi pada Infrastruktur Publik yang Rusak
-
Presiden Prabowo Didesak Tetapkan Darurat Bencana Nasional di Sumatera
-
Banjir Terjang Sumatera, Pimpinan Komisi X DPR Desak Dispensasi Pembayaran Uang Sekolah Bagi Korban
-
Pakar Dorong Pengetatan IUP: Reboisasi Dinilai Kunci Perbaikan Tambang
-
Direktur Eksekutif CISA: Kapolri Konsisten Jaga Amanat Konstitusi sebagai Kekuatan Supremasi Sipil
-
Cak Imin Sebut Ada Peluang Pemerintah Tetapkan Banjir-Longsor di Sumatera Berstatus Bencana Nasional
-
Rasa Bersalah Bahlil Lahadalia Soal Masa Lalunya di Bisnis Tambang yang Merusak Hutan
-
Viral Banjir Sumatera Bawa Ribuan Kayu Gelondongan, DPR Desak Pemerintah Bentuk Tim Investigasi
-
BPJS Ketenagakerjaan Raih Platinum Rank dalam Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025