Suara.com - Jadwal kunjungan tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di hari raya Idul Fitri tahun ini berbeda dibandingkan hari biasanya.
Jam besuk pada hari raya Idul Fitri lebih lama 1 jam yakni dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB. Dihari biasanya mulai pukul 10.00 hingga pukul 12.00.
Keluarga dan kerabat bertemu anggota keluarga yang berada dalam tahanan, sebagian dari mereka sudah menunggu sejak pukul 08.00 WIB.
Sebelum mendapatkan izin jenguk, mereka mesti melewati serangkaian tahapan yang ditentukan . Mulai dari isi daftar hadir, memberikan barang bawaan kepada petugas hingga tangan mereka dicap.
Pengunjung tahanan KPK umumnya membawa mobil mewah. Mobil tersebut berderet di depan gedung KPK karena tempat parkir umum ditutup. Mobil-mobil mewah tersebut seperti, Audi, Mercedes Benz hingga Alphard.
Sebagian orang yang datang hanya mengambil surat izin jenguk, lalu pergi ke sejumlah rumah tahanan titipan KPK.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
Prabowo Punya Rencana Mundur? Dino Patti Djalal Bocorkan Syarat Indonesia Gabung BoP
-
Niat Bersihkan Rumah Kosong, Warga Sleman Temukan Kerangka Manusia di Lantai Dua
-
Jakarta Diguyur Hujan dari Pagi Sampai Malam: Peta Sebaran Hujan Lengkap dari BMKG
-
Seskab Teddy Ungkap Posisi Indonesia di BoP: Dana USD 1 Miliar Tidak Wajib dan untuk Gaza
-
Prabowo Kumpulkan Eks Menlu: Apa Saja Poin Krusial Arah Politik Luar Negeri di Istana?
-
Partai Demokrat Desak Angka Ambang Batas Parlemen Dikecilkan, Herman Khaeron Ungkap Alasannya!
-
Temui Putra Mahkota Abu Dhabi, Megawati Kenalkan Pancasila sebagai Falsafah Pemersatu Bangsa
-
Saat Indonesia Jadi Pasar Rokok Terbesar ASEAN, Siapa Lindungi Generasi Muda?
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya