Suara.com - Mantan hakim konstitusi Patrialis Akbar dan pengusaha Basuki Hariman (terdakwa penyuap Patrialis) mengaku membicarakan resep diet saat bertemu di Restoran d'Kevin milik anak Basuki.
"Saya sudah tidak makan karbohidrat dan glukosa dan hanya makan protein, sehingga berat saya dari 87 kilogram menjadi hanya 64 kilogram dan saya kasih Pak Basuki FCO (minyak jagung) dan madu, saya berikan supaya Pak Basuki pakai, selanjutnya kami juga bicara soal politik, sementara bu Fenny sepanjang pembicaraan senyum-senyum saja saja," kata Patrialis, dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, dikutip dari Antara, Senin (3/7/2017).
Patrialis menjadi saksi untuk terdakwa pemilik PT. Impexindo Pratama, PT. Cahaya Timur Utama, PT. Cahaya Sakti Utama, dan CV. Sumber Laut Perkasa Basuki bersama dengan General Manager PT. Impexindo Pratama Ng Fenny yang didakwa memberikan uang sejumlah 50 ribu dolar AS (sekitar Rp690 juta), Rp4,043 juta, dan menjanjikan uang Rp2 miliar kepada hakim konstitusi Patrialis Akbar untuk mempengaruhi putusan Perkara Nomor: 129/PUU-XIII/2015 terkait uji materi atas UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Pertemuan terjadi pertama pada 14 September 2016 di Restoran d'Kevin, Graha Intiland milik Dave Kevin Ariman (anak Basuki) yang dihadiri Basuki, Ng Fenny, Patrialis Akbar, Kamaludin, Zaky Faisal, dan Rido Falah Akbar (anak Patrialis Akbar).
"Kamaludin mengatakan bahwa pak Basuki punya restoran steak dan memang steaknya enak, lalu saya ngobrol, perkenalan satu sama lain, lalu kita ngobrol soal politik dan diet," ujar Patrialis.
Namun, selain politik dan diet, Patrialis pun mengakui Basuki bertanya mengenai uji materi (judicial review) mengenai UU Kesehatan Hewan dan Peternakan di MK.
"Saya katakan, aduh nanti saya cek dulu, saya ingin tahu sebetulnya, lalu saya langsung tanya, 'Mohon maaf pak Basuki, apa bapak orang yang berperkara di MK'. Pak Basuki mengatakan tidak, apakah terafiliasi, dijawab tidak. Saya katakan 'Mohon maaf pak Basuki, saya tidak menghargai, kalau bapak orang berperkara di MK, meskipun itu pengujian UU', saya katakan saya tidak berkenan untuk selanjutnya kita bertemu, hanya pak Basuki mengatakan tidak, ya sudah tidak apa-apa," kata Patrialis.
Patrialis juga mengaku bahwa ia sudah mengingatkan Basuki dan Fenny bahwa tidak boleh membicarakan soal uang dan jangan sekali-sekali membawa tas karena bisa dicurigai oleh orang, namun bila diajak makan, Patrialis mengaku membolehkannya.
"Saksi mengatakan tidak apa-apa diajak makan. Apakah saksi sempat bertanya siapa yang membayar itu," tanya jaksa penuntut umum KPK Lie Putra Setiawan.
"Saya tidak menanyakan karena restoran itu milik dia," jawab Patrialis.
Selain pada 14 September 2017, pertemuan di Restoran d'Kevin, juga dilakukan pada 19 Oktober 2016 antara Patrialis, Basuki, Ng Fenny, Kamaludin, dan Zaki Faisal.
Saat itu Patrialis menyarankan Basuki membuat "surat kaleng" atau pengaduan dari masyarakat agar tim Kode Etik Mahkamah Konstitusi melakukan proses etik terhadap dua hakim tersebut.
Namun saran itu tidak disetujui oleh peserta yang hadir karena menurut mereka masih ada cara lain untuk melakukan pendekatan kepada hakim MK yang belum menyampaikan pendapat, yaitu Hakim Arief Hidayat dan Suhartoyo.
Berita Terkait
Terpopuler
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- 7 HP Paling Murah yang Bisa Kamu Beli saat Idulfitri 2026
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak
-
Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi
-
Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah
-
Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi
-
Strategi Prabowo Ciptakan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: Dari Dapur MBG hingga Perumahan Rakyat
-
Pertahanan Israel Jebol? Rudal Iran Lolos, Potret Kota Dimona dan Arad Porak-poranda
-
Karakteristik Berbeda dengan Nataru, Malioboro Mulai Dipadati Ribuan Wisatawan Mudik
-
Prabowo Tegas ke AS: Investasi Boleh, Tapi Harus Ikut Aturan Indonesia
-
Prabowo Soal Tarif Resiprokal AS: Kepentingan Nasional Tak Bisa Ditawar-tawar
-
Presiden Prabowo Tegas! Jenderal Pun Bisa Disikat Jika Tak Sejalan Reformasi TNI-Polri