Pelaku penganiayaan dan pengeroyokan terhadap pakar IT ITB Hermansyah, Edwin Hitipeuw (tengah), diamankan polisi di Polresta Depok, Jawa Barat, Rabu (12/7) dini hari. [Antara]
Usai menganiaya pakar telematika Hermansyah di jalan tol Jagorawi, Minggu (9/11/2017), dini hari, pelaku yang merupakan dept collector itu menurunkan perempuan berinisial S di Margonda, Depok, Jawa Barat. S merupakan pelayan tamu di tempat hiburan malam Sawah Besar, Jakarta Pusat.
"Perempuan itu, inisial S. Itu biasalah, kalian laki-laki. Pada saat situasinya begitu, diambillah serobotan (bawa pergi)," kata Kapolresta Depok Komisaris Besar Herry Heriawan di Polda Metro Jaya, Kamis (13/7/2017).
Ketika itu, S naik mobil yang dikendarai Toyota Yaris nomor polisi B 1440 ZFQ yang dibawa Edwin Hitipieuw. Edwin dan rekanya, Lauren Paliama (31), kini telah ditangkap polisi.
Herry mengatakan penganiayaan tersebut berawal dari mobil Hermansyah yang disenggol mobil Edwin di tengah jalan. Hermansyah marah dan kemudian dia dikeroyok pelaku yang sedang dipengaruhi minuman keras.
Setelah membacok Hermansyah, pelaku kemudian kabur.
"Jadi setelah kejadian, itu di Jalan Margonda, itu (S) dilepas. Suruh pakai taksi," kata Herry.
Saat ini, polisi masih mencari S untuk dimintai keterangan sebagai saksi.
"Ya, kami cari. Belum dimintai keterangan," kata dia.
Selain Edwin dan Lauren, polisi telah menangkap dua rekan mereka yaitu Erick Birahy (22) dan Richard Patipelu (25).
Mobil yang mereka pakai malam itu juga sudah disita.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena Hermansyah merupakan calon saksi untuk tersangka Firza Husein dalam kasus dugaan pornografi yang juga dituduhkan kepada Habib Rizieq Shihab.
"Perempuan itu, inisial S. Itu biasalah, kalian laki-laki. Pada saat situasinya begitu, diambillah serobotan (bawa pergi)," kata Kapolresta Depok Komisaris Besar Herry Heriawan di Polda Metro Jaya, Kamis (13/7/2017).
Ketika itu, S naik mobil yang dikendarai Toyota Yaris nomor polisi B 1440 ZFQ yang dibawa Edwin Hitipieuw. Edwin dan rekanya, Lauren Paliama (31), kini telah ditangkap polisi.
Herry mengatakan penganiayaan tersebut berawal dari mobil Hermansyah yang disenggol mobil Edwin di tengah jalan. Hermansyah marah dan kemudian dia dikeroyok pelaku yang sedang dipengaruhi minuman keras.
Setelah membacok Hermansyah, pelaku kemudian kabur.
"Jadi setelah kejadian, itu di Jalan Margonda, itu (S) dilepas. Suruh pakai taksi," kata Herry.
Saat ini, polisi masih mencari S untuk dimintai keterangan sebagai saksi.
"Ya, kami cari. Belum dimintai keterangan," kata dia.
Selain Edwin dan Lauren, polisi telah menangkap dua rekan mereka yaitu Erick Birahy (22) dan Richard Patipelu (25).
Mobil yang mereka pakai malam itu juga sudah disita.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena Hermansyah merupakan calon saksi untuk tersangka Firza Husein dalam kasus dugaan pornografi yang juga dituduhkan kepada Habib Rizieq Shihab.
Tag
Komentar
Berita Terkait
-
Sempat Debat dengan Anang Hermansyah, Ashanty Resmi Jual Rumah Cinere Rp25 Miliar
-
Lulus S3 Sambil Masuk Ruang Emergency, Ashanty Blak-blakan soal Tawaran Masuk Parpol
-
Kawal Kasus di UI, Menteri Brian Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Pelaku Pelecehan Seksual
-
Siap Tambah Cucu Lagi, Kris Dayanti Bocorkan Aurel Hermansyah Bakal Program Anak Ketiga
-
Sudah 50 Persen, Ashanty Bocorkan Persiapan Pernikahan Azriel Hermansyah dan Sarah Menzel
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun
-
Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029
-
Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR
-
PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota
-
Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik
-
Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!
-
Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK
-
Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok
-
Dokumen Pentagon Bocor Ungkap Rencana AS Hukum Spanyol dan Inggris Terkait Perang di Iran
-
Rapor Merah Pelayanan Hijau Jakarta: Kurang Armada, Ribuan Permohonan Pemangkasan Pohon Antre!