Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo [suara.com/Bowo Raharjo]
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo diperiksa selama sekitar lima jam oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi dan mendapat 17 pertanyaan, Jumat (14/7/2017).
Eko diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Rochmadi Saptogiri atas kasus dugaan suap pemberian opini wajar tanpa pengecualian oleh Badan Pemeriksa Keuangan terhadap Laporan Keuangan Kemendes tahun 2016.
"Pertanyaannya adalah biasalah, tidak ada paksaan. (Ditanya) kenal sama Pak Gito (Sugito) sama Pak Jarot, sama Pak Rohmadi nggak. Saya jawab sesuai dengan yang saya ketahui," kata Eko di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (14/7/2017).
Eko mengakui pernah bertemu auditor BPK Rochmadi Saptogiri dan Ali Sadli -- tersangka.
"Saya ketemu saat acara-acara, kan di Kementerian saya demi memperbaiki administrasi kementerian saya. Saya bersama dengan pimpinan KPK, pimpinan BPK, Kemenpan, pimpinan BPKP itu beberapa kali mengadakan semacam pencerahan ke karyawan," ujar Eko. "Dalam acara itu pimpinan BPK datang, biasanya Pak Rochmadi datang. Saya kenal di situ."
Eko membantah pernah melakukan pertemuan secara khusus dengan Rochmadi, apalagi untuk membahas perkara.
Eko diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Rochmadi Saptogiri atas kasus dugaan suap pemberian opini wajar tanpa pengecualian oleh Badan Pemeriksa Keuangan terhadap Laporan Keuangan Kemendes tahun 2016.
"Pertanyaannya adalah biasalah, tidak ada paksaan. (Ditanya) kenal sama Pak Gito (Sugito) sama Pak Jarot, sama Pak Rohmadi nggak. Saya jawab sesuai dengan yang saya ketahui," kata Eko di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (14/7/2017).
Eko mengakui pernah bertemu auditor BPK Rochmadi Saptogiri dan Ali Sadli -- tersangka.
"Saya ketemu saat acara-acara, kan di Kementerian saya demi memperbaiki administrasi kementerian saya. Saya bersama dengan pimpinan KPK, pimpinan BPK, Kemenpan, pimpinan BPKP itu beberapa kali mengadakan semacam pencerahan ke karyawan," ujar Eko. "Dalam acara itu pimpinan BPK datang, biasanya Pak Rochmadi datang. Saya kenal di situ."
Eko membantah pernah melakukan pertemuan secara khusus dengan Rochmadi, apalagi untuk membahas perkara.
Komentar
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- 7 Cushion Wudhu Friendly dengan Hasil Flawless Seharian, RIngan dan Aman di Kulit
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Polisi Amankan 101 Orang yang Diduga Berniat Membuat Kerusuhan pada May Day 2026
-
Apa Itu Outsourcing? Ini Bedanya dengan Pekerja Kontrak, Dianggap Sama Padahal Beda Nasib
-
Cuaca Ekstrem Terjang Bogor, Satu Warga Tewas Tertimpa Pohon dan Puluhan Terdampak Banjir
-
Kejanggalan Sidang Andrie Yunus: Kelompok Sipil Endus Motif Lain di Balik Kasus Air Keras
-
BNI Kawal Generasi Emas Baru, Tim Uber Indonesia Melaju ke Semifinal
-
Prabowo Akan Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk
-
Ekonomi Aceh Tamiang Mulai Bangkit, Aktivitas Pasar Kembali Ramai
-
May Day di DPR Kondusif: Massa Gebrak dan Kasbi Bubar Jalan, Pasukan Oranye Sisir Sampah Sisa Aksi
-
Singgung Aparat Belum Paham KUHAP Baru! Habiburokhman Siap Jadi Penjamin Aktivis Buruh yang Ditahan
-
Tempati Huntara, Warga Lubuk Sidup Kembali Menata Harapan dan Kehidupan Pasca Bencana