Suara.com - Mantan Menteri Pertahanan yang juga mantan Ketua Hakim Mahkamah Konstitusi Mohammad Mahfud MD risih menonton cuplikan cermah penceramah selebritis, Ustadz Syam. Dalam ceramah di TV nasional itu, Ustadz Syam mengatakan surga menjanjikan pesta seks.
Mahfud menilai isi cermah itu tidak bermanfaat. Dia merasa aneh jika orang bisa bertaqwa, maka dijanjikan pesta seks.
"Menurut saya isi ceramah seperti itu tak ada manfaatnya, mengasumsikan bahwa orang bisa bertaqwa kalau dijanjiin pesta seks di surga. Saya risih ada dakwah begitu," begitu Tweet Mahfud di Twitternya membalas followernya yang meminta tanggapan tentang video itu.
Penggalan video ceramah bernama lengkap Ustadz Ustadz Syamsuddin Nur itu tersebar di media sosial dan menjadi viral. Banyak yang merasa 'ganjil' dengan isi ceramah Ustad Syam.
"Salah satu nikmat yang ada dalam surga adalah pesta seks, minta maaf. Karena ini lah yang kita tahan-tahan di dunia, ini lah yang kita tahan-tahan di dunia. Kenikmatan terbesar yang diberikan Allah SWT adalah pesta seks. Karena ini lah yang sudah ditahan di dunia oleh para lelaki. Laki-laki disuruh menahannya, lagi musim panas. Perempuan lebih kuat sebenarnya, saya tidak setuju kalau perempuan dikatakan lemah. Laki-laki kalau naik pesawat pasti pakai jaket. Perempuan pakai tank top, Masya Allah kuatnya," begitu penggalan ceramah Ustad Syam.
Sebagian warganet menyalahkan stasiun TV yang salah memilih penceramah untuk disiarkan. Sebagian mengkritik ceramah selebritis lebih banyak bertujuan menghibur daripada dakwah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
Baru Dibuka, 22.494 Tiket Kereta H-1 Lebaran dari Jakarta Ludes Terjual
-
Tanggapan Mensos Soal Kematian Siswa SD di NTT: Ini Bukan Kasus Individual, Data Kita Bocor!
-
Di Forum Abu Dhabi, Megawati Paparkan Model Rekonsiliasi Damai Indonesia dan Kepemimpinan Perempuan
-
Megawati di Forum Abu Dhabi: Perempuan Tak Perlu Dilema Pilih Karier atau Keluarga
-
Kemenag Nilai Semarang Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional 2026, PRPP Jadi Lokasi Unggulan
-
Polda Bongkar Bukti CCTV! Pastikan Tak Ada Rekayasa BAP Kasus Penganiayaan di Polsek Cilandak
-
Beda Sikap Soal Ambang Batas Parlemen: Demokrat Masih Mengkaji, PAN Tegas Minta Dihapus
-
Perludem Soroti Dampak Ambang Batas Parlemen: 17 Juta Suara Terbuang dan Partai Tak Menyederhana
-
Prakiraan Cuaca Jakarta Rabu: BMKG Ingatkan Potensi Hujan Petir di Jakarta Barat
-
Mensos Gus Ipul Tekankan Penguatan Data untuk Lindungi Keluarga Rentan