Agustus ini, kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali dibanjiri puluhan peneliti dari berbagai negara. Bertempat di Gedung FISIP UIN, selama dua hari, dalam 23 panel terpisah, mereka membahas ancaman dan bahaya radikalisme keagamaan di Asia Tenggara. “Jangan sampai peristiwa tragis di Marawi (Filipina) terjadi di wilayah lain, apalagi Indonesia,” demikian salah satu pesan kuat para peneliti dalam konferensi internasional yang digelar PPIM UIN Jakarta pada Selasa hingga Kamis (8-10/8/2017).
Prof. Dr. Azyumardi Azra, CBE dalam pidato dan sambutannya kepada para pembicara dan peserta, mengatakan konferensi kali ini terasa spesial karena para pembicara yang hadir merupakan pakar terkemuka dalam isu-isu keagamaan kontemporer di Indonesia dan ASEAN, seperti Prof. Imtiyaz Yusuf (Mahidol University, Thailand), Dr. Sidney Jones (Institute for Policy Analysis of Conflict, IPAC) dan Dr. Siti Ruhaini Dzuhayatin, MA (Independent Permanent Human Rights Commission/IPHRC). “Juga, tema konferensi yang membahas gerakan keagamaan radikal bukan hanya relevan, tapi sangat penting bagi masa depan agama dan kemanusiaan di ASEAN.” Prof. Azra merupakan perintis dan Editor-in-Chief jurnal Studia Islamika sejak 1994.
Perhatian dan keterlibatan para akademisi terhadap berbagai isu keagamaan yang terjadi di kawasan ini, khususnya yang terkait dengan radikalisme agama, menjadi sangat penting. Apalagi dalam perkembangan paling mutakhir, seperti kasus di Marawi Filipina Selatan, sel-sel gerakan radikalisme agama cenderung menguat di kawasan ini.
Menurut Prof. Dr. Oman Fathurahman, managing editor Jurnal Studia Islamika, sejak awal berdirinya pada 1994, jurnal ini konsisten menjadi corong yang menjelaskan dinamika serta perkembangan Islam Indonesia/Asia Tenggara melalui karya yang berbasis pada penelitian. Konferensi kali ini menghadirkan tema “Southeast Asian Islam: Religious Radicalism, Democracy, and Global Trends”, upaya Studia Islamika menghadirkan respon para akademisi dalam dan luar negeri terutama yang terkait dengan gerakan-gerakan radikal atas nama agama.
“Melalui presentasi para pemakalah dan peserta Konferensi ini, diharapkan bahwa pengetahuan tentang karakter Islam Indonesia/Asia Tenggara yang multikultural, moderat (wasathiyah), dan membawa rahmatan lil ‘alamin dapat lebih dieksplorasi,” demikian menurut Profesor ahli Filologi Islam ini.
Di tempat terpisah, Dr. Saiful Umam, Direktur Eksekutif PPIM UIN Jakarta,menyampaikan pesan pentingnya isu radikalisme agama ini dicermati secara serius. Konferensi ini merupakan bukti nyata bahwa para sarjana dan akademisi dunia sangat menaruh perhatian terhadap dan ingin berkontribusi bagi masa depan yang lebih baik di Indonesia dan ASEAN.
"Konferensi seperti ini menjadi ajang para sarjana untuk berbagi perspektifnya dalam melihat dinamika dan perkembangan Islam Indonesia/Asia Tenggara, serta berdiskusi bersama untuk menemukan akar masalah dan solusi altenatifnya," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal
-
Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha
-
Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib