Suara.com - Lembaga Pemasyarakat Pemuda Kelas 2 Tangerang digegerkan peristiwa tewasnya seorang tahanan bernama Nanang Karyana (43).
Kepala Sub Bagian Humas Polres Tangerang Komisaris Triyani Handayani mengatakan, Nanang tewas karena diduga melompat dari atas menara lapas, Rabu (9/8/2017).
"Ya, benar, telah terjadi dugaan bunuh diri yang di lakukan oleh tahanan Lapas Pemuda Klas 2 Tangerang," kata Tri, Kamis (10/8/2017).
Dia menerangkan, insiden bunuh diri itu kali pertama diketahui tahanan lain bernama Hadi Susanto. Sebelum melompat dari atas menara setinggi 25 meter, saksi melihat Nanang sendirian berjalan dari Blok E ke arah menara.
"Saat dekat menara, korban langsung lari naik ke atas menara yang tingginya sekitar 25 meter. Setelah tiba di atas, korban langsung melompat atau terjun dari menara," ungkapnya.
Berdasarkan informasi yang diberikan pihak lapas, Nanang ditahan karena terjerat kasus penipuan.
"Kasus ini ditangani oleh Polsek Benteng guna memastikan alasan korban melakukan aksi bunuh diri," tuturnya.
Setelah terjatuh, Nanang sempat mendapatkan pertolongan. Namun, karena mengalami luka cukup parah di bagian kepala dan lutut kanan yang patah, Nanang akhirnya tewas.
Baca Juga: Agus Yudhoyono Sendirian Temui Jokowi di Istana
"Dia sudah dibawa ke RSUD oleh saksi maupun petugas lapas lainnya," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!