Suara.com - Mencoba menjadi sempurna dalam segala hal bisa menjadi faktor risiko untuk bunuh diri. Ya, temuan ini didapat tim peneliti dari University of Ontario di Kanada setelah menganalisis banyak penelitian yang terkait dengan pola pikir orang perfeksionis.
Peneliti menemukan, 13 dari 15 orang yang perfeksionis memiliki niat melakukan upaya bunuh diri dalam hidup mereka. Perfeksionisme sendiri terkait dengan standar tinggi dalam berbagai hal, termasuk pekerjaan yang sering kali ekspektasi ini diruntuhkan oleh rekan kerja lainnya.
Konsep perasaan tidak mampu memenuhi standar orang lain adalah bagian dari kepribadian perfeksionis yang membuat dirinya berisiko melakukan upaya bunuh diri.
Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Personality mengungkap orang yang perfeksionis tidak pernah merasa puas atas apa yang mereka lakukan. Akibatnya, mereka terkunci dalam eskpektasi tinggi sehingga ketika tak terpenuhi muncul perasaan kecewa hingga berujung depresi.
Sementara itu, penelitian sebelumnya telah menemukan hubungan antara orang-orang yang melakukan upaya bunuh diri dan sifat kepribadiannya. Dalam sebuah penelitian di tahun 2007, para periset mewawancarai teman dan keluarga orang-orang yang baru saja melakukan bunuh diri.
Lebih dari setengah dari mereka yang bunuh diri digambarkan sebagai sosok perfeksionis oleh orang yang mereka cintai, tanpa diminta untuk melakukannya. Ketika menyangkut gender, sebuah studi tahun 2013 menemukan lebih dari 70 persen dari 33 remaja lelaki yang melakukan bunuh diri, mengajukan tuntutan dan harapan yang sangat tinggi pada diri mereka sendiri, sebagai bagian dari kepribadian perfeksionis. [Medical Daily]
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat