Presiden Joko Widodo resmikan simpang susun semanggi [suara.com/Bowo Raharjo]
Presiden Joko Widodo meresmikan Simpang Susun Semanggi tepat hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 72, Kamis (17/8/2017), malam.
"Saya mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, dengan ini Simpang Susun Semanggi saya resmikan," kata Jokowi di Taman Semanggi, Jakarta.
Saat meresmikan, Jokowi didampingi gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
Sebelumnya, Jokowi dan Ibu Negara Iriana Widodo lebih dahulu melihat-lihat maket Simpang Susun Semanggi.
Djarot memberikan menjelaskan kepada Kepala Negara mengenai pembangunan jalan layang yang digadang-gadang mampu mengurangi 30 persen kemacetan arus lalu lintas.
Peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirine. Setelah itu, Presiden menandatangani prasasti dan dilanjutkan melihat papan informasi bertuliskan Semanggi.
Sebelum diresmikan, proyek yang dikerjakan PT. Wijaya Karya. Uji coba jalur tersebut sudah dilakukan pada Jumat (28/7/2017) malam.
Proyek ini dibiayai dari dana kompensasi pelampauan koefisien lantai bangunan PT. Mitra Panca Persada, anak perusahaan asal Jepang, Mori Building Company. Adapun nilai pembangunannya sekitar Rp360 miliar.
"Saya mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, dengan ini Simpang Susun Semanggi saya resmikan," kata Jokowi di Taman Semanggi, Jakarta.
Saat meresmikan, Jokowi didampingi gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
Sebelumnya, Jokowi dan Ibu Negara Iriana Widodo lebih dahulu melihat-lihat maket Simpang Susun Semanggi.
Djarot memberikan menjelaskan kepada Kepala Negara mengenai pembangunan jalan layang yang digadang-gadang mampu mengurangi 30 persen kemacetan arus lalu lintas.
Peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirine. Setelah itu, Presiden menandatangani prasasti dan dilanjutkan melihat papan informasi bertuliskan Semanggi.
Sebelum diresmikan, proyek yang dikerjakan PT. Wijaya Karya. Uji coba jalur tersebut sudah dilakukan pada Jumat (28/7/2017) malam.
Proyek ini dibiayai dari dana kompensasi pelampauan koefisien lantai bangunan PT. Mitra Panca Persada, anak perusahaan asal Jepang, Mori Building Company. Adapun nilai pembangunannya sekitar Rp360 miliar.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Viral Ajudan Danrem Lari Tanpa BIB di Jogja Marathon, Korem 072 Sebut Nomor Diduga Terlepas
-
Biar Tak Bolak-balik, Banggar DPR Langsung Getok Persetujuan Pagu Anggaran 7 Kemenko untuk 2027
-
Respon Cepat Aduan, Kemnaker Pastikan Aturan Outsourcing 2026 Bakal Direvisi
-
Akademisi UI Kritik Kehadiran Aparat di Kampus Saat Ujian Doktoral Dokter Tifa
-
Gubernur Jateng Garansi Izin Kapal Nelayan Kecil Gratis: Ketemu Pungutan, Laporkan!
-
iPhone XS Bekas Koruptor Laku Rp34 Juta, KPK Jamin Data Sudah Factory Reset
-
Qodari Tolak Negosiasi Program MBG, Pengamat Nilai Bisa Picu Protes Publik Lebih Besar
-
Bukan Dibegal, Dua Korban Tewas di Selokan Bekasi Ternyata Korban Tawuran
-
Rano Karno Menangis di Sidang Paripurna HUT Jakarta: 'Jejak Jutaan Langkah, Keringat, dan Harapan'
-
Menteri PPPA Ungkap Kondisi Perempuan yang Diduga Disekap Pacar Selama Tiga Tahun di Bandung