Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi memberikan waktu bagi para tahanan muslim untuk melaksanakan ibadah di Hari Raya Idul Fitri, Jumat (1/9/2017).
Salah satu tahanan korupsi yang menunaikan sholat Id ini adalah Patrialis Akbar terdakwa kasus korupsi untuk mempengaruhi perkara Nomor 129/PUU-XIII/2015 terkait permohonan uji materi UU Nomor 41 tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Salat Id para tahanan ini dilaksanakan di lapangan tenis Markas Komando Polisi Militer Kodam Jaya, di kawasan Guntur, Jakarta Selatan. Sayangnya, pelaksanaan Sholat Id ini berlangsung tertutup dan awak media dilarang masuk.
Awak media yang datang harus menunggu di luar Markas Komando Polisi Militer Kodam Jaya. Pun jika ingin ikut salat, diwajibkan meninggalkan semua perlengkapannya di pos piket satuan TNI AD itu.
Salat Id di sana dimulai sekitar pukul 06.30 WIB dan, selain tahanan KPK, juga diikuti puluhan hingga ratusan masyarakat yang tinggal di lokasi. Berdasarkan informasi dari petugas yang berada di pos jaga hanya beberapa tahanan korupsi yang menunaikan salat di Markas Komando Polisi Militer Kodam Jaya.
"Cuma sebagian aja. Tadi pagi datang pakai mobil. Tapi saya nggak tahu berapa orang dan siapa saja," kata petugas di pos jaga.
Para tahanan ini tiba di Markas Komando Polisi Militer Kodam Jaya sekitar pukul 06.10.
Usai menjalani Salat, para tahanan langsung dibawa ke gedung lama C-1 Komisi Pemberantasan Korupsi di Kuningan, Jakarta Selatan.
Di gedung ini nantinya mereka akan saling bersilaturahmi dan menerima kunjungan dari sanak saudara yang sudah mendapat izin untuk membesuk dan membawakan berbagai makanan kesuakaan para tahanan.
Khusus di Idul Adha kali ini, KPK membuka jam besuk hanya pukul 09.00-11.00 WIB. Mereka yang hendak membesuk, bisa langsung mengurus perizinan di gedung KPK Lama, C1, Kuningan, Jakarta Selatan.
Jam besuk dalam perayaan Idul Adha ini lebih singkat jika dibandingkan pada saar Hari Raya Idul Fitri, dimana keluarga dan sanak saudara tahanan diberikan waktu besuk selama tiga jam.
Hari ini, umat islam melaksanakan ibadah Sholat Id Hari Raya Idul Adha 1438 Hijriah, Jumat (1/9/2017). Komisi Pemberantasan Korupsi pun memberikan waktu bagi para tahanan muslim untuk melaksanakan ibadah di Hari Raya Kurban ini.
Salah satu tahanan korupsi yang menunaikan salat Id ini adalah Patrialis Akbar terdakwa kasus korupsi untuk mempengaruhi perkara nomor 129/PUU-XIII/2015 terkait permohonan uji materi UU no 41/2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Selain Patrialis, tahanan KPK yang menunaikan Sholat Id di Pomdam Jaya adalah Bupati Buton nonaktif Samsu Umar Abdul Saimun. Ia mengenakan baju koko putih.
Ada pula Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Tarmizi, Istri Gubernur Bengkulu nonaktif, Lily Martiani Maddari dan Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno alias Bunda Sitha dan terdakwa dua mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri yang terlibat kasus korupsi e-KTP, irman dan Sugiharto.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Mensesneg Bocorkan Jadwal Pelantikan Hakim MK Baru Adies Kadir
-
PM Australia Anthony Albanese ke Jakarta Besok, Cek 8 Ruas Jalan yang Kena Rekayasa Lalin
-
BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
-
Bocah 10 Tahun di Ngada Bunuh Diri, Menteri PPPA Sentil Kerapuhan Sistem Perlindungan Anak Daerah
-
Istana Buka Suara soal Siswa SD Akhiri Hidup di NTT
-
Momen Langka di Abu Dhabi, Kala Prananda Prabowo Jadi Fotografer Dadakan Megawati
-
Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka
-
Anak Buah Terjaring OTT KPK, Menkeu Purbaya: Kenapa Terpukul? Ini Titik Masuk Perbaikan