Suara.com - Baru-baru ini Korea Utara kembali melakukan uji coba nuklir, di dalam perbatasan mereka sendiri. Kabarnya, kekuatannya delapan kali lipat lebih kuat daripada bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima selama Perang Dunia ke-2.
Rezim Kim Jong-un telah mengklaim bahwa mereka berhasil menguji bom H-120 kilo ton. Getarannya tercatat di hingga semenanjung Korea.
Untuk menempatkan ukuran ledakan ini ke dalam perspektif, bom yang dijatuhkan di kota Hiroshima, Jepang pada Perang Dunia ke-2 oleh Amerika sekitar 15 kilo ton dan yang jatuh di Nagasaki adalah 20 kilo ton.
Perkiraan konservatif, hantaman bom menewaskan 150.000 orang di Hiroshima dan 75.000 orang tewas di Nagasaki.
Seperti semua rilis media dari Korea Utara, akurasi dan kejujuran laporan tidak dapat dikonfirmasi. Namun, para ahli sepakat bahwa ini adalah salah satu tes terbesar mereka sampai saat ini.
Tes tersebut dilakukan beberapa hari setelah diktator komunis negara itu meluncurkan sebuah rudal balistik di atas Jepang.
Dengan menggunakan alat online Nukemap, kita bisa melihat dengan tepat seberapa mematikan senjata Korea Utara. Situs ini memungkinkan pengguna untuk memasukkan ukuran bom, dan melihat dampaknya terhadap kota besar manapun.
Setelah diuji, representasi dari apa yang akan terjadi jika sebuah bom serupa dengan ukuran yang dijatuhkan di Hiroshima pada tahun 1945 diledakkan oleh Gedung Parlemen di London. [Metro]
Baca Juga: Donald Trump: Korea Utara Akan Dihadapi dengan Kekuatan "Dahsyat"
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Henri Curiga Kasus Roy Suryo Dikebut, Sebut Ada Upaya Cegah Ijazah Jokowi Diuji di Pengadilan
-
Di Tengah Sorotan Ekonomi, Prabowo Minta Rosan Buka Data Masuknya Investasi Asing ke Indonesia
-
Sentil Polri di Kasus Roy Suryo, Henri Subiakto Sebut UU ITE Dipakai Tutupi Isu Ijazah Jokowi
-
Di Tengah Gelombang Kritik, Prabowo Sebut Investasi Asing ke Indonesia Terus Mengalir
-
Henri Subiakto Sebut Pasal yang Menjerat Roy Suryo Tak Masuk Akal, Status P21 Dipertanyakan
-
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Ditandatangani, Teheran Beri Sinyal Berbeda
-
Apa Itu Restitusi? Wamen PPPA Tegaskan Korban Bullying Berhak Dapat Ganti Rugi
-
Bangun Spiritualitas Warga Jawa Barat, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan
-
Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet
-
Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan