Suara.com - Malaysia pada Selasa memanggil duta besar Myanmar untuk mengungkapkan keprihatinannya terhadap kekerasan di negara bagian Rakhine, Myanmar, yang telah menyebabkan sekitar 125,000 Muslim Rohingya mengungsi.
Menteri Luar Negeri Anifah Aman mengatakan bahwa peristiwa terkini mengenai kekerasan di sana menunjukkan bahwa pemerintah Myanmar hanya membuat "sedikit, jika ada" kemajuan dalam mencari penyelesaian damai untuk menghadapi masalah minoritas Rohingya, yang kebanyakan tinggal di wilayah barat-laut negara itu, di dekat perbatasan dengan Bangladesh.
"Dengan perkembangan ini, Malaysia meyakini bahwa kekerasan dan diskriminasi yang terus berlanjut terhadap warga Rohingya harus diangkat ke forum internasional yang lebih tinggi," kata Anifah dalam satu pernyataan.
Malaysia, yang berpenduduk mayoritas Muslim, telah sangat terbuka menyampaikan keprihatinannya mengenai nasib Rohingya.
Myanmar mengatakan bahwa tindakan pasukan keamanannya adalah sesuatu yang sah, dalam upaya mereka melawan "teroris" yang bertanggung jawab atas sejumlah serangan terhadap pos polisi dan tentara sejak Oktober lalu.
Kekerasan terkini bermula pada 25 Agustus, ketika gerilyawan Rohingya menyerang puluhan pos polisi dan sebuah pangkalan militer. [Antara]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat