Suara.com - Kepala Biro Multimedia Markas Besar Polri Brigadir Jenderal Polisi Yan Fitri Halimansyah mengajak wartawan media online untuk turut menyebarkan konten-konten positif kepada masyarakat. Hal ini merupakan salah satu cara menanggulangi dampak maraknya hoax di media sosial.
"Jadi harapannya teman-teman dari media online dapat memberikan kontribusi yang positif," ujar Yan Fitri di acara Musyawarah Besar Ikatan Wartawan Online kesatu di Hotel Puri Mega, Pramuka, Jakarta Pusat, Jumat (8/9/2017).
Yan Fitri menekankan pentingnya media online membantu menjaga persatuan dan kesatuan.
"Tanpa menggunakan etika dan norma, itu sangat memiliki resiko," kata dia.
Yan Fitri juga mengimbau masyarakat makin bijak dalam menggunakan media sosial.
"Media sosial itu lebih baik digunakan secara baik untuk bersilaturahmi ataupun menjaga hubungan atau menggali ilmu dari sana, lebih baik seperti itu," kata dia.
Yan mengungkapkan berita hoax yang tersebar di media sosial sering membuat resah masyarakat.
"Kejahatan-kejahatan media online yang dikatakan kejahatan cyber crime kan macam-macam, ada kejahatan dalam bentuk penipuan ada juga pemberitaan yang sifatnya tidak benar ya kan mengisi konten tidak benar atau hoax," kata Yan Fitri.
Yan Fitri menambahkan berita hoax selama ini menjadi perhatian serius pemerintah dan aparat berwajib.
"Upaya meminimalisirnya melalui upaya prefentif, upaya-upaya pencegahan, penanggulangan maupun edukatif, yang terakhir apabila tidak teredukasi kita lakukan upaya-upaya penegakan hukum," ujarnya.
Yan Fitri mengingatkan penyebar hoax agar menghentikan aksi. Meskipun mereka menggunakan akun anonim, polisi akan bisa melacak mereka.
"Jadi kalau pakai akun, tidak ada yang anonim, semuanya bisa kita lihat, jadi kalau dia mau tulis namanya siapa aja pakai akun apa saja semuanya bisa dilihat, tidak akan lari ke mana, karena kan jejak digitalnya tidak akan bisa dibohongi," katanya. [Maidian Reviani]
Tag
Berita Terkait
-
Erik Ten Hag ke Anfield Bikin Suporter Liverpool Panik, Padahal Faktanya Begini
-
Kenaikan Gaji PNS 2025: Hoax atau Fakta?
-
Kareena Kapoor Dikabarkan Meninggal Dunia, Ini Fakta Sesungguhnya
-
Jadi Korban Fitnah, Dewa Gede Adiputra Ambil Langkah Hukum
-
Video Viral Kerusuhan di DPRD Kabupaten Bogor: Ini Fakta Sebenarnya
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
Terkini
-
Terpengaruh Film Porno! Dua Pelajar Ditangkap Usai Begal Payudara Siswi SMP di Kembangan
-
Bukan Sekadar Genangan, Listrik Jadi Pembunuh Senyap Saat Banjir Jakarta
-
Insiden Mobil Patwal Senggol Warga di Tol Tomang, Kakorlantas: Sudah Ditangani!
-
Tito Karnavian Tegaskan Lumpur Banjir Sumatra Tak Dijual ke Swasta: Akan Dipakai Buat Tanggul
-
WALHI Sebut Negara Gagal Lindungi Rakyat dan Ruang Hidup Korban Bencana
-
Demo di Depan Kedubes AS, Ratusan Ojol Tagih Janji Perpres ke Presiden Prabowo
-
Mentan Amran Minta Tambahan Anggaran Rp5,1 Triliun Pulihkan Lahan Pertanian Teremdam Banjir Sumatra
-
Interupsi di Sidang Paripurna DPD RI, Senator Paul Finsen: Orang Papua Butuh Sekolah dan RS
-
Transjakarta Minta Maaf atas Insiden Penumpang Tunanetra Jatuh, Janji Perketat SOP dan Pendampingan
-
Titiek Soeharto 'Warning' 3 Kementerian soal Dampak Banjir Sumatera