- OJK tegaskan video viral daftar bank akan ditutup adalah hoaks dan informasi palsu.
- Masyarakat diminta waspada disinformasi yang berpotensi memicu kepanikan atau bank run.
- Verifikasi info keuangan bisa melalui Kontak OJK 157, WhatsApp, atau email resmi.
Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta masyarakat untuk tidak menelan mentah-mentah informasi yang berseliweran di media sosial. Teranyar, muncul video viral yang mencatut nama OJK dengan narasi bohong mengenai daftar bank yang disebut bakal berhenti beroperasi.
OJK memastikan bahwa video tersebut adalah hoaks dan sama sekali tidak berasal dari otoritas resmi.
"OJK mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai video yang mengatasnamakan OJK dan menampilkan daftar bank yang disebut akan ditutup. Informasi tersebut tidak benar," tulis pernyataan resmi OJK, Senin (16/3/2026).
Narasi menyesatkan ini dinilai berbahaya karena berpotensi memicu kepanikan massal atau bank run kondisi di mana nasabah menarik dana secara bersamaan. Jika dibiarkan, disinformasi ini dapat mengguncang stabilitas sistem keuangan nasional.
Oleh karena itu, OJK meminta nasabah dan masyarakat luas untuk lebih jeli dan melakukan verifikasi sebelum menyebarkan konten yang belum tentu kebenarannya.
Untuk menangkal disinformasi, masyarakat diimbau selalu merujuk pada kanal resmi. Jika ragu terhadap sebuah informasi keuangan, OJK menyediakan layanan Kontak OJK 157 yang bisa diakses melalui:
- Telepon: 157
- WhatsApp: 081 157 157 157
- Email: konsumen@ojk.go.id
Dengan meningkatkan literasi keuangan, masyarakat diharapkan tidak mudah terjebak oleh skema hoaks yang sengaja diciptakan untuk menimbulkan keresahan di sektor perbankan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
PM Malaysia Kenang Bung Hatta: Negara Tidak Boleh Ditopang Segelintir Elit
-
Dugaan Dikerahkan Kawal Demo, Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?
-
Pemerintah Janji Stok Pupuk Nasional Aman, Zulhas: Kopdes Jadi Penyalur
-
DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah
-
Foto e-KTP Jelek Bisa Diganti? Ini Aturan dan Syarat Resminya
-
Dasco Dukung Gebrakan 'Dedolarisasi' BI: Transaksi Triliunan ke China Cukup Pakai QRIS
-
Tiket Pesawat Mahal! Pengamat Bongkar Anomali Pajak 'Tersembunyi'
-
Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal
-
Pertamax Naik, Ojol: Saya Dari Awal Pakai Pertalite
-
Pegadaian Gelar LEXIS 2026 untuk Hadapi Transformasi Hukum Pidana Nasional