Suara.com - Anggota Komisi IX DPR Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Nihayatul Wafirah sangat menyesali beredarnya pil Paracetamol Cafein Carisoprodol (PCC) di masyarakat, sehingga memakan korban pelajar di Kendari, Sulawesi Tenggara.
"Ini jelas menunjukkan lemahnya pengawasan obat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan dan juga Kementerian Kesehatan," kata Nihayatul kepada Suara.com, Jumat (15/9/2017).
Ia berharap pemerintah sigap mencegah peredaran pil yang dapat membuat pemakainya kehilangan kesadaran itu. Selain itu, ia juga meminta aparat kepolisian menindak semua oknum yang sengaja mengedarkan pil tersebut.
"Ini perlu kordinasi seluruh pihak mulai dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Kesehatan, dan Badan Narkotika Nasional, serta kepolisian,” tuturnya.
Ia mengatakan, Komisi IX akan memanggil Badan POM untuk dimintakan pertanggung jawaban beredarnya pil tersebut.
"BPOM tugasnya mengawasi, tapi kenapa masih kebobolan juga," tandasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
-
Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU
-
TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!
-
Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat
-
Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer
-
Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal
-
Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi
-
Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu
-
Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!