Direktur Utama PT. Kereta Cepat Indonesia China Hanggoro Budi Wiryawan [suara.com/Bowo Raharjo]
Gubernur Jakarta Djarot Saiful Hidayat bertemu Direktur Utama PT. Kereta Cepat Indonesia Cina Hanggoro Budi Wiryawan, Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana, dan perwakilan dari Bandara Halim Perdanakusuma, untuk membahas perkembangan proyek pembebasan lahan untuk jalur kereta cepat Jakarta-Bandung di Balai Kota Jakarta, Selasa (26/9/2017).
"Kalau yang di dekat Halim itu akan menggunakan tanah galian, itu tanahnya Halim Perdanakusuma. Sisanya menggunakan tanah masyarakat," ujar Bambang usai pertemuan.
Sebagian lahan yang akan ditertibkan yaitu di kawasan komplek Trikora Landasan Udara Halim Perdanakusuma dan Cipinang Melayu, Jakarta Timur. Di lokasi ini nanti akan dibangun stasiun dan trase kereta.
"Saya hanya ketempatan membantu pembebasan, kurang lebih lima hektar. Sedangkan yang di Halim itu tiga hektare," kata Bambang.
Sedangkan tanah masyarakat yang terkena dampak berada di Kelurahan Cipinang Melayu, RT 7 RW 14, RT 7 RW 9, RT 7 RW 5, RT 7 R2 12, RT 9 RW 12, dan RT 12 RW 12. Data ini berdasarkan pendataan Badan Pertanahan Negara.
"Kurang lebih 300 - an KK ya (yang akan direlokasi). Nanti hasil ukurannya kan BPN. Tapi ini gambaran kasar yang akan dibebaskan, terus nanti masuk ke Halim, tanah-tanah galianlah," kata dia.
Bambang mengatakan dalam dekat petugas akan sosialisasi program.
"Kami nunggu tahapan dulu kan, sosialisasi, kalau yang pembebasan mulai pengukuran, terus nanti ada gambar, terus appraisal, kalau yang pembebasan ya. Terus nanti baru pembayaran," kata Bambang.
Bambang memastikan warga yang terkena dampak akan mendapat uang ganti rugi, tetapi yang tinggal di lahan milik Halim Peranakusuma tidak mendapatkannya.
Hanggoro menambahkan pembebasan lahan diharapkan rampung pada akhir Oktober 2017. Dia menyebutkan luas lahan untuk pembangunan stasiun Halim 14 hektare.
"Ada berapa tanah warga yang harus di bebaskan di Cipinang Melayu dalam proses. Yang mengeksekusi PT. PSBI (Pilar Sinergi BUMN Indonesia). Diharapkan pertengahan Oktober, paling lambat akhir Oktober bisa selesai," kata dia.
Hanggoro mengatakan Djarot sudah meminta proyek ini berjalan dengan lancar dan cepat.
Groundbreaking proyek dilakukan pada Januari 2016. Pembangunan fisik telah berjalan di wilayah Walini, Bandung, dan Karawang. Tetapi, untuk yang di Jakarta, pembangunan belum dimulai.
Proyek ini ditargetkan selesai tahun 2019.
"Kemudian trial, sertifikasi, awal triwulan 1. Tahun 2020 diharapkan bisa beroperasi," kata Hanggoro.
"Kalau yang di dekat Halim itu akan menggunakan tanah galian, itu tanahnya Halim Perdanakusuma. Sisanya menggunakan tanah masyarakat," ujar Bambang usai pertemuan.
Sebagian lahan yang akan ditertibkan yaitu di kawasan komplek Trikora Landasan Udara Halim Perdanakusuma dan Cipinang Melayu, Jakarta Timur. Di lokasi ini nanti akan dibangun stasiun dan trase kereta.
"Saya hanya ketempatan membantu pembebasan, kurang lebih lima hektar. Sedangkan yang di Halim itu tiga hektare," kata Bambang.
Sedangkan tanah masyarakat yang terkena dampak berada di Kelurahan Cipinang Melayu, RT 7 RW 14, RT 7 RW 9, RT 7 RW 5, RT 7 R2 12, RT 9 RW 12, dan RT 12 RW 12. Data ini berdasarkan pendataan Badan Pertanahan Negara.
"Kurang lebih 300 - an KK ya (yang akan direlokasi). Nanti hasil ukurannya kan BPN. Tapi ini gambaran kasar yang akan dibebaskan, terus nanti masuk ke Halim, tanah-tanah galianlah," kata dia.
Bambang mengatakan dalam dekat petugas akan sosialisasi program.
"Kami nunggu tahapan dulu kan, sosialisasi, kalau yang pembebasan mulai pengukuran, terus nanti ada gambar, terus appraisal, kalau yang pembebasan ya. Terus nanti baru pembayaran," kata Bambang.
Bambang memastikan warga yang terkena dampak akan mendapat uang ganti rugi, tetapi yang tinggal di lahan milik Halim Peranakusuma tidak mendapatkannya.
Hanggoro menambahkan pembebasan lahan diharapkan rampung pada akhir Oktober 2017. Dia menyebutkan luas lahan untuk pembangunan stasiun Halim 14 hektare.
"Ada berapa tanah warga yang harus di bebaskan di Cipinang Melayu dalam proses. Yang mengeksekusi PT. PSBI (Pilar Sinergi BUMN Indonesia). Diharapkan pertengahan Oktober, paling lambat akhir Oktober bisa selesai," kata dia.
Hanggoro mengatakan Djarot sudah meminta proyek ini berjalan dengan lancar dan cepat.
Groundbreaking proyek dilakukan pada Januari 2016. Pembangunan fisik telah berjalan di wilayah Walini, Bandung, dan Karawang. Tetapi, untuk yang di Jakarta, pembangunan belum dimulai.
Proyek ini ditargetkan selesai tahun 2019.
"Kemudian trial, sertifikasi, awal triwulan 1. Tahun 2020 diharapkan bisa beroperasi," kata Hanggoro.
Komentar
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Kritik Pelibatan TNI dalam Pembekalan LPDP, TB Hasanuddin: Perlu Dikaji, Tak Sesuai Tupoksi!
-
BPJS Kesehatan dan BPKP Perkuat Tata Kelola Jaga Keberlanjutan JKN
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto
-
Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes
-
Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi
-
Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?
-
KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan
-
AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?