Suara.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengatakan, kontrak pembangunan infrastruktur diharapkan dapat mengakomodasi kondisi kebencanaan di Indonesia, sehingga menghasilkan infrastruktur yang tangguh dan bisa mengurangi risiko bencana.
"Indonesia senang sekali bisa menjadi tuan rumah konferensi ini, karena sejak 100 tahun FIDIC (Federation Internationale Des Ingenieurs-Conseils) berdiri, acara ini merupakan yang pertama diselenggarakan di Indonesia," kata Basuki, usai membuka FIDIC International Infrastructure Conference bertema "Infrastructure Resilient- Improving Life", di Jakarta Convention Centre, Jakarta, Senin (2/10/2017).
Ia mengatakan, uUntuk mendukung pembangunan infrastruktur tangguh bencana, baru-baru ini Kementerian PUPR telah mengeluarkan peta gempa paling baru, dimana pada peta gempa sebelumnya yang dikeluarkan 2010, hanya terdapat 81 sesar aktif pemicu gempa. Pada peta gempa 2017 diidentifikasi 295 sesar aktif.
"Kita (Indonesia) merupakan daerah rawan bencana, jadi kita harus menyiapkan infrastruktur yang siap mengadopsi kondisi-kondisi di daerah bencana. Risikonya bertambah, bukan untuk menakut-nakuti, tetapi bagaimana mitigasi terhadap resiko itu yang harus kita lakukan," jelas Menteri Basuki.
Kementerian PUPR juga telah mengeluarkan regulasi terkait standar keamanan bangunan infrastruktur, termasuk di dalamnya antisipasi terhadap bencana, seperti pada gedung, jalan, jembatan bentang panjang, dan bendungan. Melalui Balitbang, Kementerian PUPR juga mengembangkan teknologi ramah bencana, seperti rumah instan sederhana sehat (Risha).
Pada kesempatan yang sama, Basuki mengatakan, standar kontrak yang dikeluarkan oleh FIDIC atau Organisasi Konsultan Internasional menjadi rujukan model kontrak yang digunakan di Indonesia sejak 1980. Standar kontrak FIDIC banyak digunakan pada kontrak konstruksi yang didanai lembaga internasional, seperti oleh Bank Dunia dan JICA.
Sebagai organisasi konsultan internasional, FIDIC juga berperan dalam meningkatkan pengetahuan para insinyur, termasuk pengetahuan mengenai kontrak konstruksi.
Berkaitan dengan masih sedikitnya ahli-ahli Indonesia yang menguasai standar-standar FIDIC, apalagi ahli yang memiliki akreditasi sebagai "FIDIC trainer", maka pelaksanaan kali ini hendaknya dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para ahli Indonesia untuk lebih mendalami pengetahuan tentang FIDIC.
Turut hadir pada acara tersebut, Kepala Bappenas, Bambang Brojonegoro, Ketua Umum Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo), Nugroho Pudji Rahardjo, President FIDIC, Jae-Wan Lee, dan Ketua ASPAC, Liu Luobing. Adapun yang mendampingi Menteri Basuki adalah Staf Khusus Menteri PUPR yang memiliki sertifikat ahli FIDIC, Sarwono Hardjomuljadi, Kepala Balitbang, Danis H. Sumadilaga, dan Kepala Komunikasi Publik, Endra S. Atmawidjaja.
Sementara itu, Bambang Brojonegoro mengatakan, pengaturan mengenai kontrak konsultansi dibagi menjadi dua, yakni jasa konsultansi konstruksi yang dilakukan oleh Kementerian PUPR dan non-konstruksi oleh Bappenas.
Menurutnya, infrastruktur tangguh bencana sangat diperlukan, karena skala dan dampak kerugian yang ditimbulkan makin besar.
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM) 2015-2019, pemerintah telah memiliki kebijakan nasional dalam mitigasi bencana dalam manajemen bencana, diantaranya, meningkatkan kemampuan manajemen bencana di tingkat daerah, dukungan regulasi, pengetahuan, dan kerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat, media, komunitas, dan universitas.
FIDIC International Infrastructure Conference dilaksanakan 1-3 Oktober 2017, dan diikuti sekitar 1000 peserta, yang terdiri dari para pengambil keputusan, profesional, ahli, dan akademisi. Mereka berasal lebih dari 70 negara dan akan membahas berbagai aspek dan perkembangan mutakhir terkait ketahanan infrastruktur.
(** Artikel ini merupakan kerja sama Kementerian PUPR dengan Suara.com)
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
Terkini
-
OTT Pejabat Pajak, KPK Sebut Kemenkeu Perlu Perbaiki Sistem Perpajakan
-
KPK Ungkap Kepala KP Pajak Banjarmasin Mulyono Rangkap Jabatan Jadi Komisaris Sejumlah Perusahaan
-
Roy Suryo Cs Desak Polda Metro Bongkar Bukti Ijazah Palsu Jokowi, Kombes Budi: Dibuka di Persidangan
-
JPO Sarinah Segera Dibuka Akhir Februari 2026, Akses ke Halte Jadi Lebih Mudah!
-
Pasien Kronis Terancam Buntut Masalah PBI BPJS, DPR: Hak Kesehatan Tak Boleh Kalah Oleh Prosedur
-
Penampakan Uang Rp1,5 M Terbungkus Kardus yang Disita KPK dari OTT KPP Madya Banjarmasin
-
Kepala KPP Madya Banjarmasin Mulyono Pakai Uang Apresiasi Rp800 Juta untuk Bayar DP Rumah
-
Harga Pangan Mulai 'Goyang'? Legislator NasDem Minta Satgas Saber Pangan Segera Turun Tangan
-
Kritik Kebijakan Luar Negeri Prabowo, Orator Kamisan Sebut RI Alami Kemunduran Diplomasi
-
Jelang Ramadan, Legislator Shanty Alda Desak Audit Teknis Keberadaan Sutet di Adisana Bumiayu