Suara.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengharapkan peran Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) untuk menekan angka golongan putih atau masyarakat yang tak menggunakan hak pilihnya di setiap pesta demokrasi.
"IPI juga harus berperan agar setiap pemilihan umum maupun pemilihan kepala daerah membantu agar masyarakat menggunakan hak pilihnya," ujarnya usai menyaksikan pelantikan pengurus IPI Jatim periode 2016-2021 di Surabaya, Jumat (6/10/2017) malam.
IPI dinilai memiliki peranan sebagai pihak yang memiliki kontribusi nyata bagi pembangunan maupun kemajuan Bangsa Indonesia, salah satunya dengan berpartisipasi dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas.
Pentingnya turut menggunakan hak pilih, kata dia, diharapkan mampu membantu mencetak pemimpin yang berkualitas dan amanah sesuai pilihan rakyat karena dipilih secara langsung.
"Meski membutuhkan anggaran besar untuk memilih pemimpin, tapi harapannya tercipta pemimpin pilihan rakyat yang berintegritas, amanah, serta mampu memeratakan pembangunan," ucap mantan Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan tersebut.
Selain itu, IPI juga diharapkan perannya untuk menjaga solidaritas dan konsolidasi umat di seluruh Indonesia sehingga tercipta suasana aman, nyaman, dan damai dalam bermasyarakat maupun bernegara.
Ketua Umum DPP IPI Zaini Ahmad mengaku selama ini anggotanya dan santri mendukung demokrasi di Indonesia sekaligus makin memperkuat perwujudan perkembangan politik di Indonesia.
Tak hanya di bidang politik, kata dia, IPI di Jatim maupun di Indonesia diharapkan perannya untuk meningkatkan kualitas santri, di antaranya di bidang ekonomi, pariwisata, maupun pengembangan teknologi informasi.
"Di bidang ekonomi, kami akan ada pameran produk santri tingkat internasional yang bekerja sama dengan Kementerian BUMN, kemudian pengembangan wisata oleh santri, hingga digital pesantren yang kami terapkan nantinya di seluruh Indonesia," katanya.
Baca Juga: Abdee Slank Jadi Golput Gara-gara Ini
Proses pelantikan yang berakhir hingga hampir tengah malam tersebut, juga dihadiri mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Moeldoko yang berkesempatan memaparkan wawasan kebangsaan di hadapan ratusan santri.
Ketua DPW IPI Jatim Asy'ari Mahfud menyampaikan rasa syukurnya karena proses pelantikan berjalan lancar dan mendapat dukungan berbagai pihak sehingga membantu mewujudkan peran nyata santri untuk masyarakat.
"IPI, khususnya di Jatim harus mampu menjadi perekat umat dan terjadi peningkatan kualitas untuk seluruh santri, menuju Indonesia yang adil dan makmur," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Arus Balik Lebaran Mulai Padati Terminal Terpadu Pulo Gebang
-
Arus Balik Mulai Padat, Tol JogjaSolo Ruas PrambananPurwomartani Diserbu Kendaraan
-
Melonjak Dua Kali Lipat, Kunjungan Candi Prambanan Tembus 17 Ribu Orang per Hari
-
Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Pengacara Pastikan Tetap Akan Kooperatif
-
Kelelahan Ekstrem Berujung Maut, Kisah Brigadir Fajar Permana Gugur Kawal Arus Mudik 2026
-
Libur Lebaran 2026: Ragunan Diserbu Wisatawan, Targetkan 400 Ribu Pengunjung
-
Duduk Perkara Benjamin Netanyahu Bandingkan Yesus vs Genghis Khan
-
Kepadatan Kendaraan Menuju Puncak Bogor Meningkat 50 Persen, Satu Arah Diberlakukan Sejak Pagi
-
Lalu Lintas Kendaraan di Tol Jabodetabek dan Jawa Barat Masih Tinggi Pasca Lebaran
-
Seberapa Penting Selat Hormuz untuk Dunia?